Indosat Salurkan Bantuan Logistik Hingga Portable Wifi Bagi Penyintas Gempa Nagekeo
- Sevrin Waja
Nagekeo, NTTVIVA- PT Indosat Tbk menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus memperkuat jaringan komunikasi bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin 24 Agustus 2026.
Bantuan disalurkan melalui Posko Penanganan Bencana Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan secara langsung kepada penyintas yang masih bertahan di sejumlah tenda pengungsian.
Dalam penyalurannya, Indosat menggandeng Filantra sebagai mitra dan tim implementasi lapangan untuk memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan tersebut berupa beras, mi instan, air mineral, biskuit, roti, obat-obatan, pembalut, popok, selimut, tikar, serta makanan siap saji. Indosat juga menyediakan WiFi portable untuk mendukung kebutuhan komunikasi dan akses internet di lokasi terdampak.
Direktur sekaligus Chief Operating Officer PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT), Syed Bilal Kazmi, mengatakan kehadiran Indosat di Nagekeo merupakan bentuk solidaritas terhadap masyarakat Flores yang terdampak gempa berkekuatan 7,7 magnitudo.
Ia menyampaikan duka cita kepada para korban dan keluarga terdampak. Menurutnya, Indosat ingin turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat Flores melewati masa sulit pascabencana.
"Kita hadir membawa bantuan yang mungkin tidak begitu banyak namun semoga bermanfaat. kita ingin berkontribusi untuk masyarakat Flores yang tengah dilanda bencana" ucap Syed Bilal.
Penyerahan simbolis bantuan Indosat melalui Posko tanggap darurat bencana gempa di Nagekeo
- Sevrin Waja
Selain menyalurkan bantuan, Indosat juga terus berupaya menjaga dan memulihkan layanan komunikasi di wilayah terdampak.
Ketika jaringan sempat mengalami gangguan akibat gempa, tim teknis bekerja untuk mengembalikan konektivitas agar dapat kembali dimanfaatkan masyarakat.
"Ketika jaringan mati, tim kami sudah bekerja sangat keras dan saat ini jaringan Indosat sudah sepenuhnya pulih" katanya.
Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Nagekeo. Assisten lll Setda Nagekeo, Elias Tae mengatakan Nagekeo menjadi salah satu daerah yang terdampak cukup luas karena berada di kawasan sekitar pusat gempa.
Elias mengungkapkan, pada hari pertama dan kedua pascagempa, pemerintah daerah mengalami kesulitan mengakses jaringan untuk membuat maupun mengirimkan laporan. Namun, mulai hari ketiga, akses komunikasi berangsur pulih sehingga koordinasi dan pelaporan dapat kembali berjalan.
Menurutnya, jaringan komunikasi memiliki peran penting dalam penanganan bencana karena sebagian besar sistem pelaporan pemerintahan kini berbasis digital.