Ritus Teing Hang Ritual Wajib Tutup Tahun dan Pesan Melawan Lupa
- Jo Kenaru
Manggarai- Buku Ritus-Ritus Adat yang dirilis akhir tahun 2024 mengulas mitos dan ritus yang melekat pada tradisi masyarakat Manggarai Nusa Tenggara Timur sebagai dua fenomena agama asli yang sama-sama penting.
Mitos dihayati lewat upacara ritual dimana manusia bisa meniru,mengulangi dan menghasilkan kembali apa yang telah dilaksanakan ”in illo tempore” oleh makhluk adikodrati.
Para penulis dalam buku itu memberi definisi manusia bersatu kembali dengan yang ilahi itu dan dengan berpartisipasi secara simbolis dalam ”keadaan asali” makhluk-makhluk ilahi itu manusia memperoleh keselamatan.
Dengan demikian ”mitos” memiliki fungsi eksistensial, fungsi legitimatif ritus yang dilaksanakan manusia.
Kegiatan- kegiatan manusia mendapat pendasarannya pada mitos.
"Jika ritus adalah agama dalam tindakan maka mitos adalah agama dalam hakikatnya” bunyi salah frasa buku tersebut.
Ritus adalah perayaan syukur kepada Tuhan yang dikenal sebagai ”Ine Wie Ame Mane”. Ritus pelbagai jenis ini adalah syukur lewat torok atau doa yang menjadi bagian utama dari sebuah ritus.
Doa dan torok mereka menyatakan iman mereka akan Tuhan yang peduli, Tuhan yang terlibat, Tuhan yang dekat, sedekat siang dan malam, Tuhan sebagai pribadi yang ”toe nggeru deu toe lelo tadang”, yang belaskasihnya berlimpah-limpah ”kembus neho wae teku, mboas neho wae woang”.
Manusia bersyukur karena mereka mengalami kesejahteraan hidup, kedamaian, kecukupan, bahkan kelimpahan.
Ritual orang Manggarai dapat dilihat dari jenis dan waktu pelaksanaannya, yakni: ritual yang berkaitan dengan proses awal kehidupan manusia, yaitu: kehamilan, masa nifas dan menopausme.
Kemudian ritual yang berkaitan dengan kelangsungan hidup dan interaksi sosial, yaitu mata pencaharian, penyakit, perkawinan, syukuran dan selamatan, sumbangan sosial dan ritual yang berhubungan dengan transisi antara kehidupan dunia dan akhirat yaitu kematian.
Ritus Teing Hang
- Jo Kenaru
Teing Hang
Ritus Teing Hang Salah satu karya spiritual yang berhubungan dengan tema syukuran adalah ritus Teing Hang yang dilaksanakan setiap pergantian tahun.
Tradisi Teing Hang berarti memberi makan roh ayah ibu atau anggota keluarga dari sebuah klan.
Pada malam jelang tutup tahun setiap rumah tangga orang Manggarai raya yang meliputi Manggarai, Mangarai Timur dan Manggarai Barat mempersembahkan ayam jantan putih kepada roh orang tua dan leluhur.