Perarakan Bunda Maria Asumpta Nusantara Buka Festival Golo Koe 2026
- BPOLBF
Manggarai Timur, VIVA NTT–Rangkaian Festival Golo Koe 2026 resmi dimulai, ditandai dengan perarakan Patung Bunda Maria Asumpta Nusantara dari Paroki Wae Nakeng menuju Paroki Lengko Cepang, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, pada Jumat, 10 Juli 2026.
Arca Maria akan diarak melewati 26 paroki di wilayah Keuskupan Labuan Bajo sebagai bagian dari ziarah rohani sebelum mencapai puncak perayaan.
Festival Golo Koe tahun ini memasuki penyelenggaraan kelima sejak pertama digelar pada 2022. Dalam dua tahun terakhir, festival religi dan budaya ini masuk jajaran 10 besar Kharisma Event Nusantara (KEN). Pada 2026, festival mengangkat tema “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan”, yang mencerminkan semangat kolektif menjaga keharmonisan antara manusia, budaya, dan lingkungan.
Dalam perjalanan pembukaan menuju Paroki Lengko Cepang, patung tersebut melintasi sejumlah desa dan paroki di wilayah Lembor, salah satunya Desa Nanga Lili, Kecamatan Lembor Selatan. Kehadirannya disambut hangat oleh masyarakat lintas iman sebagai simbol kerukunan dan kekeluargaan, sejalan dengan semangat Festival Golo Koe. Penyambutan dilakukan secara adat melalui prosesi pengalungan serta penampilan tari oleh pelajar SMP/MTs Negeri Manggarai Barat.
Melibatkan Umat Muslim
Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, mengapresiasi sambutan hangat masyarakat, khususnya umat Muslim setempat, yang turut menyambut dan menjemput Patung Bunda Maria dalam rangkaian perarakan tersebut. Ia menegaskan pentingnya semangat persaudaraan lintas iman sebagai landasan kehidupan yang rukun dan harmonis.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan keramahan yang kami rasakan hari ini. Pertemuan ini menjadi wujud nyata semangat persaudaraan dan kekeluargaan yang juga menjadi jiwa dari Festival Golo Koe 2026. Melalui kebersamaan ini, kita diajak untuk terus berjalan bersama, saling menjaga, dan merawat kehidupan, sehingga nilai-nilai persaudaraan dan kekeluargaan yang diwariskan oleh para leluhur tetap hidup di tengah masyarakat kita. Semoga perjumpaan hari ini semakin mempererat tali persaudaraan, memperkuat persahabatan, dan membawa sukacita bagi kita semua, terlebih melalui penyertaan Bunda Maria yang senantiasa hadir dan menyertai setiap langkah perjalanan kita,” ujar Uskup Maksimus.