PON XXII 2028: Gubernur Melki Laka Lena dan Ketua KONI Pusat Tinjau Arena Pacuan Kuda Sumba Barat Daya

Gubernur Melki Laka Lena dan Ketua KONI Pusat tinjau arena pacuan kuda Sumba Barat Daya
Sumber :
  • Dok. Humas Pemprov NTT

Sumba Barat Daya— Gema penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur terus menguat setelah pemerintah secara resmi menetapkan NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai tuan rumah, dengan dukungan Provinsi DKI Jakarta sebagai daerah penyangga.

img_title Mbay Menatap Langit PON XXII 2028, Nagekeo Siap Jadi Tuan Rumah Paramotor

Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang diterbitkan pada 23 Juni 2026, sekaligus menjadi tonggak dimulainya berbagai persiapan menuju pesta olahraga terbesar di Indonesia tersebut.

Sebagai bagian dari rangkaian persiapan, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mendampingi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, meninjau Lapangan Pacuan Kuda Omba Calo di Desa Karuni, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kamis, 17 Juli 2026 siang.

img_title Komisi V DPR RI Bahas Percepatan Infrastruktur PON XXII 2028 di Labuan Bajo

Lapangan pacuan kuda yang dibangun di atas lahan seluas 21 hektare tersebut dipersiapkan menjadi arena pertandingan cabang olahraga pacuan kuda pada PON XXII Tahun 2028. Selain menjadi venue olahraga, kawasan ini juga diharapkan berkembang sebagai destinasi wisata olahraga (sport tourism) yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Ketua Umum PORDASI Berkuda Memanah Triwatty Marciano, Wakil Ketua Umum KONI Pusat Josef Nae Soi, Anggota DPR RI Umbu Rudi Kabunang, Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alpawan Rangga Kaka, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumba Barat Daya Yohanes Tende, serta sejumlah pejabat terkait.

img_title 450 Kuda Berderap, Usman Husin Ingin Hus Kuda Cup Dipadukan dengan Pacuan Kuda

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengaku terkesan dengan potensi olahraga berkuda yang dimiliki Pulau Sumba. Menurutnya, pacuan kuda di Sumba bukan hanya olahraga, tetapi telah menjadi bagian dari budaya dan kehidupan masyarakat.

"Saya sangat senang bisa hadir di Sumba, dimana olahraga berkuda sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat. Sejak kecil anak-anak di sini sudah terbiasa menunggang kuda. Potensi ini harus kita kelola menjadi kekuatan olahraga sekaligus daya tarik pariwisata," ujarnya.

Ia menilai pengembangan arena pacuan kuda akan memberikan efek berganda bagi daerah, mulai dari pembinaan atlet, peningkatan kualitas peternakan kuda lokal, hingga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title