Sunset Dialogue Kemenko Pangan-BPOLBF: Food Forest dari Lanskap Wisata Menuju Lanskap Ketahanan Pangan

Sunset Dialogue “Food Forest dari Lanskap Wisata Menuju Lanskap Ketahanan Pangan” di Natas Parapuar, Labuan Bajo
Sumber :
  • BPOLBF

Manggarai Barat, NTT ViVa  – Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggelar Sunset Dialogue bertema “Food Forest dari Lanskap Wisata Menuju Lanskap Ketahanan Pangan” di Natas Parapuar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 29 Juli 2026.

img_title Terbongkar! Modus Calo Trip Labuan Bajo Tipu Pengusaha Kanada hingga Rp244,2 Juta

Dialog lintas sektor ini membahas integrasi ketahanan pangan, diversifikasi pangan lokal, konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja monitoring implementasi ketahanan pangan daerah Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Kabupaten Manggarai Barat.

Sebelum dialog berlangsung, kegiatan diawali dengan penanaman pohon secara simbolis di kawasan Parapuar sebagai wujud komitmen pelestarian lingkungan sekaligus penguatan konsep food forest. Jenis pohon yang ditanam antara lain Mangga Miyazaki, Mangga Nam Dok Mai, Mangga Agrimania, Mangga Kiojay, Jambu Black Diamond, Alpukat Aligator Jumbo, dan Sawo Jumbo Thailand.

img_title 2 Oknum Wartawan di Labuan Bajo Ditahan Polisi, Ini Kasusnya

Penanaman ini diharapkan menjadi langkah awal membangun lanskap yang produktif, bernilai ekologis, sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang. Pemilihan Parapuar sebagai lokasi dialog juga bermakna strategis karena kawasan ini dikembangkan dengan konsep Ethno-Eco-Edu-Culture-Nature Conservation, yang diarahkan menjadi model destinasi yang memadukan pelestarian alam, penguatan budaya, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah Diminta Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

img_title Labuan Bajo Bersiap Gelar Festival Religi Golo Koe, Ini Rangkaian Acaranya Selama Enam Hari

Sekretaris Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dirhansyah Conbul, menegaskan bahwa seluruh program pemerintah harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat di tingkat tapak.

“Satu hal yang menjadi catatan adalah bahwa apa pun yang kita lakukan dalam program pemerintah, utamanya harus memberikan manfaat bagi masyarakat secara lebih luas di tingkat tapak. Bagaimana nanti masyarakat, khususnya di Kabupaten Manggarai Barat ini, mendapatkan manfaat langsung dari upaya kita mengangkat pangan lokal berbasis hutan menjadi sumber pendapatan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat menjadi lebih baik. Apalagi jika selama ini fokusnya hanya pada pariwisata, ternyata ada juga produk sampingan dari usaha yang terkait dengan pangan,” ungkapnya.

Menurutnya, pengembangan pangan lokal berbasis hutan dapat menjadi alternatif sumber ekonomi baru yang berjalan berdampingan dengan sektor pariwisata sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title