Menyusul Spanyol, Flores Bersiap Punya 'Camino de Santiago' Sendiri

Camino Flores, jalur Ziarah ala Camino de Santiago
Sumber :
  • Ist

NTT ViVa– Lebih dari seribu tahun, Camino de Santiago de Compostela di Spanyol menjadi tujuan jutaan peziarah dari seluruh dunia. Kini, jalur ziarah serupa bersiap hadir di Indonesia.

img_title Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, Plan Indonesia Respons Kebutuhan Anak dan Keluarga Terdampak

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) tengah menyiapkan Camino Flores, jalur ziarah Katolik yang mengadopsi semangat Camino de Santiago, dengan rute yang membentang di sepanjang Pulau Flores.

Ini menjadi babak baru pengembangan wisata religi Katolik di Flores, yang sejak 2024 terus digencarkan BPOLBF. Jika sebelumnya fokus pada penyelenggaraan kegiatan religi dan budaya, kini pengembangannya diarahkan pada produk wisata yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, dengan pengalaman spiritual yang lebih mendalam bagi peziarah maupun wisatawan.

img_title Antara Jarum Insulin Mama, Tangis di Pengungsian, dan Teka-teki Perut Bumi Flores

Camino de Santiago de Compostela dikenal sebagai salah satu jalur peziarahan Katolik paling terkenal di dunia. Rute ini berakhir di Katedral Santiago de Compostela, Galicia, Spanyol, yang diyakini sebagai makam Santo Yakobus Rasul.

UNESCO World Heritage Centre mengakui jalur ini sebagai Warisan Dunia karena nilai spiritualnya, sekaligus kemampuannya menggerakkan ekonomi lokal, melestarikan warisan budaya, dan memperkuat identitas masyarakat di sepanjang rute yang dilalui.

img_title Tiga Posko Dibuka, Pemkab Manggarai Timur Fokus Tangani Dampak Gempa

Semana Santa Flores Timur

Photo :
  • Ist

Flores, Rumah bagi Jutaan Umat Katolik

Konsep ini dinilai sangat relevan untuk Pulau Flores. Data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kementerian Dalam Negeri tahun 2025 mencatat, dari sekitar 8,86 juta umat Katolik di Indonesia atau 3,07 persen populasi nasional, sekitar 3 juta jiwa di antaranya berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sekitar 2 juta orang dari jumlah tersebut bermukim di Pulau Flores, yang berarti Flores menjadi rumah bagi 22,6 persen dari seluruh umat Katolik di Indonesia.

Besarnya populasi umat Katolik ini menjadi modal strategis bagi Flores untuk mengembangkan wisata religi, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi ziarah unggulan di Indonesia. Potensi tersebut ditopang sejarah panjang penyebaran agama Katolik di pulau ini, yang meninggalkan gereja bersejarah, gua Maria, biara, seminari, hingga tradisi liturgi yang masih lestari.

Tiga Etape Sepanjang Pulau Flores

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T. Marpaung, menjelaskan bahwa Camino Flores bukan sekadar jalur peziarahan, melainkan upaya membangun ekosistem pariwisata berbasis spiritualitas, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title