SDI Madambake dalam Memori Guru Domi
- Sevrin Waja
Nagekeo, NTT ViVa– Dominikus Jata sudah 22 tahun pensiun dari guru. Dulu ia adalah seorang Kepala Desa Nangaroro juga mantan Kepala SDI Madambake. Orang-orang biasa mengenal dan memanggil dirinya dengan sebutan Guru Domi.
Ia menyambut kami dengan sapaan hangat: "Mai masuk Ame, silahkan duduk!" seraya menyilakan kami duduk di ruang tamu rumahnya di Lingkungan Aekana, Nangaroro.
Kemeja putihnya yang rapi bersanding dengan jas hitam tua, sementara sarung tenun Nagekeo bermotif Ragi melingkar di pinggangnya menyiratkan pesan budaya yang kuat. Kami pun mengajak pria 82 tahun itu berbincang tentang perjalanan karirnya di masa silam sebagai guru dan mantan kepala desa.
"Terimakasih kasih ame sudah datang untuk wawancara tentang bagaimana sejarah awal berdirinya SDI Madambake" ujarnya mengawali obrolan kami di kediamannya di lingkungan Aekana, Kelurahan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT pada Kamis, 1 Mei 2025 malam.
Ruang tamu seluas 3x5 meter itu ibarat menyimpan sejarah keluarga. Dindingnya dipenuhi mosaik kenangan: foto-foto berbingkai kayu antik berjejer rapi, seolah menjadi titian waktu.
Di antara koleksi itu, terdapat foto BJ Habibie dan Ilham Habibie yang terpasang di pusat ruangan—saksi bisu pertemuan penting keluarga dengan tokoh nasional.
Di sudut dinding lain terdapat foto seorang pria dengan seragam partai Golkar, keterangan nama di bawahnya tertulis Justino Djogo Dja. Justino diketahui merupakan putera sulung Dominikus yang pernah mengenyam pendidikan di Wina, Austria.
Di ruang tamu itu, setiap objek bukan sekadar hiasan, melainkan fragmen hidup yang bercerita tentang pengabdian, cita-cita, dan cinta yang bertahan melintasi zaman.
Seketika, aroma kopi segar menyapa. Seorang perempuan sepuh dengan rambut putih masuk membawa nampan. Langkahnya pelan tapi pasti, tangan berkeriput itu memegang erat cangkir porselen yang menguap harum.
Dialah pendamping setia Dominikus, sang istri yang seumur hidupnya menjadi penjaga api rumah tangga.
“Minu lema Ame,” bisiknya dengan dialek Nangaroro yang hangat. Senyumnya mengembang, merangkul tamu dengan kelembutan khas perempuan Flores yang tak lekang zaman.
Acara Launching perayaan pesta emas SDI Madambake
- Sevrin Waja
Kepsek Pertama SDI Madambake