Kisah Robert Prevost Pernah Tidur di Pedalaman Papua
- Dok. OSA
NTT ViVa– Robert Prevost, kini dikenal sebagai Paus Leo XIV, adalah seorang pemimpin religius dengan pengalaman mendalam di berbagai belahan dunia, termasuk Papua.
Paus yang kini berusia 69 tahun ini pernah mengunjungi wilayah-wilayah terpencil di Papua pada 2003, tinggal di pastoran sederhana, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di sana.
Ia menghabiskan malam-malamnya di gereja-gereja sederhana yang ada di Kabupaten Sorong, Kabupaten Maybrat, dan Kabupaten Tambraw.
Prevost dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan penuh perhatian. Pastor Markus Mala, yang pernah mendampinginya, mengenang bagaimana Prevost dengan santun duduk bersama para novis (calon pastor) dan berbicara tentang kehidupan gereja dan pelayanan.
Pada 2003, Robert Prevost menjadi pimpinan tertinggi Ordo Santo Agustinus. Ia mendapat sambutan saat berkunjung di Papua.
- Dok. OSA
"Kesan pertama saya ketika bertemu beliau salaman. Orangnya sangat ramah, lalu sederhana, kemudian rendah hati," kata Pastor Abuna Markus Mala yang mengaku mengikuti kegiatan kunjungan Robert Prevost saat menjabat sebagai pimpinan tertinggi Ordo Santo Agustinus (OSA).
Kunjungan Robert Prevost ini bertepatan dengan peringatan 50 tahun kongregasi OSA berada di tanah Papua.
Ordo Santo Agustinus (OSA) adalah ordo religius pengemis dalam Gereja Katolik yang didirikan pada 1244. Ordo ini terbentuk dari penyatuan beberapa kelompok pertapa di Toskana yang mengikuti Aturan Santo Agustinus—sebuah pedoman hidup yang ditulis oleh Agustinus dari Hippo pada abad kelima.
Pastor Markus mengatakan, Robert Prevost sempat memberikan ceramah di gedung SMA Agustinus, Sorong.
"Terkait dengan kehidupan Gereja, pandangan politik Agustinus, kehidupan religius, kemudian tentang dialog," paparnya.
Momen yang paling berkesan bagi Pastor Markus yang saat itu menjalani masa percobaan calon anggota ordo (novis) adalah saat duduk sejajar dengan Robert Prevost.
"Walaupun kami hanya novis, tapi kami bisa duduk satu meja makan dengan beliau sebagai pimpinan tertinggi kami," lanjutnya.
Setelah hari itu, Prevost melanjutkan kunjungannya ke kampung-kampung yang ada di Kabupaten Maybrat dan Tambraw dengan pesawat kecil.
"Dia (Robert) menginap di pastoran yang sangat sederhana di Desa Ayawasi dan juga pastoran sangat sederhana di Desa Senopi. Saya kaget sekali ternyata dia yang menjadi Paus," tutur Pastor Markus.