Puskesmas Oinlasi - TTS Terbakar, Pasien Dipindahkan ke Puskesmas Kie

Sejumlah berkas yang terbakar di ruangan Kepala Puskesmas Oinlasi
Sumber :
  • istimewa

NTT VIVA - Insiden kebakaran terjadi di Puskesmas Oinlasi, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Minggu (26/5/2025). Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WITA.

img_title Polisi Sebut Belum Ada Laporan dari RSUD Borong terhadap Keluarga Pasien Viralkan Dugaan Kelalaian Persalinan Pasien

Awalnya sejumlah pegawai yang sedang bekerja di ruang Kepala Tata Usaha (KTU) merasakan panas pada tembok yang bersebelahan dengan ruangan Kepala Puskesmas (Kapus). Saat itu mereka sedang mengerjakan laporan pertanggungjawaban untuk dibawa ke Dinas Kesehatan Kabupaten TTS.

Mereka kemudian keluar untuk melihat ke ruangan Kapus, namun karena ruangan terkunci dan kaca yang gelap sehingga mereka tidak bisa melihat kondisi dalam ruangan Kapus.

img_title RSUD Borong Tempuh Jalur Hukum Terkait Kritik Pelayanan yang Diduga Picu Seorang Ibu Hamil Meninggal

Saat menyentuh pintu ruangan itu kaca terasa sangat panas. Karena tidak bisa memastikan apa yang terjadi, mereka kembali melanjutkan kerja.

Tiba-tiba terdengar ledakan dari dalam ruangan kapus. Mereka segera berlari keluar dan menghubungi Kepala Puskesmas. Ledakan itu cukup besar hingga memacahkan kaca jendela di ruang Kapus.

img_title "Tanta Minta Tolong Cek Dulu Saya": Hari-hari Terakhir Selviana Tijung di RSUD Borong

Upaya pemadaman sempat terhambat karena ruangan kapus terkunci. Saat itu juga, mereka menelpon Kepala Puskesmas. Selang beberapa menit kemudian Kapus tiba di lokasi. 

Pemadaman dilakukan oleh pegawai dibantu oleh keluarga pasien dan masyarakat sekitar dengan air. Sementara dua pegawai lainnya menggunakan alat pemadam api ringan mencoba pemadaman.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Ria Tahun membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. 

"Pasien dialihkan dan dirawat di Puskesmas Kie karena listrik dipadamkan" ujar Ria.

Saat itu terdapat 1 orang pasien di ruang IGD dan 2 orang Ibu nifas dan 2 orang bayi di ruang poned. Mereka segera dievakuasi ke titik kumpul dan dibawa ke Puskesmas Kie.

"Kalau saat kejadian pasien UGD satu saja setelah kejadian baru ada satu pasien dengan diare baru masuk ke UGD," jelas Ria.

Ria menyebut kerugian akibat kebakaran tersebut belum bisa dipastikan. Namun dalam beberapa foto yang diperoleh Viva NTT, tampak beberapa berkas terbakar. Kaca jendela dan beberapa kabel listrik tampak hangus.

"Kerugian masih dihitung," ujar Ria.

Insiden itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. Polsek Amanatun Selatan langsung memasng garis polisi di lokasi kejadian.