Tiga Produk Puto Group Wakili NTT dalam Program OVOP Nasional

Tiga Produk Puto Group Wakili NTT dalam Program OVOP Nasional
Sumber :

NTT VIVA – Pelaku usaha mikro dari daerah kembali menorehkan prestasi membanggakan. 

img_title TBIG Perkuat Program Pemulihan Pascabencana di Nagekeo Melalui Implementasi CSR

UMKM Puto Group dari Desa Manulondo, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi terpilih sebagai peserta dalam program nasional One Village One Product (OVOP).

Program OVOP merupakan inisiatif pemerintah pusat yang mendorong tiap desa untuk mengembangkan satu produk unggulan yang khas, memiliki nilai jual, dan berdaya saing. 

img_title Bupati Nagekeo Lantik Elias Tae Jadi Penjabat Sekda

Dalam seleksi tahun ini, Puto Group berhasil meloloskan tiga produk andalan: tepung mocaf, minyak kelapa murni, dan kosmetik herbal berbahan dasar Virgin Coconut Oil (VCO).

Dalam wawancaranya pada Rabu, 28 Mei 2025, pendiri Puto Group, Oliva Mai, memaparkan bahwa tepung mocaf mereka dibuat dari ubi kayu lokal yang dikenal warga sebagai Uwi Kaju. 

img_title Transpuan dan Jalan Keluar Mencari Modal Usaha

Seluruh proses produksinya—mulai dari fermentasi selama 12 jam hingga tahap pengemasan—dilakukan secara manual tanpa menggunakan mesin. Produk ini dijual dengan harga Rp30.000 per kemasan isi 350 gram.

“Kami tetap mempertahankan cara tradisional agar kualitas dan keaslian tepung tetap terjaga,” kata Oliva dengan penuh keyakinan.

Sementara itu, produk turunan kelapa seperti minyak kelapa murni dan kosmetik berbahan VCO juga menjadi fokus utama mereka. 

Seluruh bahan baku berasal dari hasil pertanian warga lokal. Kemasan produk mungkin sederhana, namun tetap mengedepankan aspek higienis dan layak jual.

Untuk pemasaran, Puto Group memanfaatkan platform digital seperti Facebook dan WhatsApp, serta rutin mengikuti pameran-pameran UMKM di berbagai level, mulai dari kabupaten hingga provinsi.

Keikutsertaan Puto Group dalam program OVOP menjadi tonggak penting dalam pengembangan usaha mereka. 

Selain membuka akses pasar yang lebih luas, program ini juga memberikan peluang mendapatkan pelatihan, pembiayaan, dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan swasta.

Fransisko Khwuta, ST., Kepala Bidang Industri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ende, yang baru-baru ini meninjau langsung lokasi produksi Puto Group, menyampaikan apresiasinya.

“Puto Group adalah contoh nyata dari semangat ‘One Pelehps – One Prodak’, program prioritas kabupaten untuk mendorong satu desa memiliki produk unggulan,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title