Bulan: Penguasa Pasang Surut Air Laut yang Tak Terlihat

Bulan menjadi faktor utama yang mengatur ritme pasang surut air laut melalui gaya gravitasinya.
Sumber :
  • Canva

NTT ViVa– Setiap hari, di sepanjang pesisir dunia, permukaan laut terus naik dan turun secara rutin. Fenomena ini dikenal dengan pasang surut air laut. Tahukah Anda, bahwa perubahan dramatis ini dikendalikan oleh satu benda langit yang selalu kita lihat di malam hari? Ya, Bulan menjadi faktor utama yang mengatur pasang surut air laut melalui gaya gravitasinya.

img_title Foto Dugaan Nakes Pesta Miras di Puskesmas Lawir Beredar, Kadis Sebut Editan AI

Secara sederhana, pasang surut terjadi akibat gaya grafitasi Bulan yang menarik massa air di sisi Bumi yang menghadapnya, membuat permukaan laut terangkat atau pasang naik.

img_title Muhammad Saleh Soroti Insiden KM Lawit di Ende: Ini Kegagalan Perhubungan Laut

Menariknya, di sisi berlawanan Bumi, air laut juga terangkat akibat gaya sentrifugal yang terjadi karena sistem Bumi-Bulan itu sendiri. Akibatnya, ada dua tonjolan air pasang yang berlawanan di kedua sisi Bumi.

Sebagian mungkin bertanya, mengapa Bulan yang ukurannya lebih kecil dibanding Matahari justru lebih dominan mempengaruhi pasang surut? Faktor utamanya adalah jarak Bulan yang jauh lebih dekat ke Bumi, sehingga gaya gravitasi Bulan terhadap air laut lebih kuat. Meski begitu, Matahari tetap berkontribusi dalam pasang surut, terutama saat posisi Bulan, Matahari, dan Bumi sejajar.

img_title Sumba Timur Resmikan UPTD PPA, Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Kini Punya Rumah Layanan Terpadu

Fase Bulan menjadi kunci siklus pasang surut. Saat Bulan berada pada fase purnama atau bulan baru, gaya gravitasi Bulan dan Matahari saling bersinergi, mengakibatkan pasang naik tertinggi yang disebut pasang perbani atau spring tide. Sebaliknya, di fase kuartal I dan III, gaya tarik mereka tidak sejalan sehingga membuat pasang naik lebih rendah, yang dikenal sebagai pasang mati atau neap tide.

Selain itu, ada fenomena supermoon ketika Bulan berada sangat dekat dengan Bumi yang bisa memperkuat gaya gravitasi Bulan. Kondisi ini menyebabkan pasang naik menjadi lebih tinggi hingga 30-50%, yang berpotensi memicu banjir rob di pesisir-pesisir rendah.

Fenomena ini bukan hanya teori semata, melainkan sangat penting bagi berbagai sektor, terutama masyarakat pesisir.

Pasang surut memengaruhi aktivitas nelayan, pelayaran, dan ekosistem laut. Dengan memahami pola pasang surut, masyarakat dapat memprediksi kondisi laut dan menghadapi risiko bencana seperti banjir pesisir dengan lebih baik.

Halaman Selanjutnya
img_title