DPRD Nagekeo Minta Lembaga Perbankan Ambil Peran Dukung Program MBG
- Sevrin Waja
Wakil Ketua II DPRD Nagekeo juga berharap dukungan dari semua elemen, termasuk lembaga keuangan, untuk menyukseskan program ini. Ia menginginkan inovasi dari lembaga keuangan agar skema KUR dapat dikreasikan untuk mempercepat pembangunan dapur.
"Kalau 20 dapur ini sudah eksis dampaknya akan sangat terasa terutama bagi masyarakat kita terutama petani, peternak maupun nelayan. Maka dari itu lembaga DPRD akan meminta Bupati untuk segera menyikapi ini, kalau hanya sekedar menunggu mau sampai kapan progam ini bisa berjalan baik di Nagekeo," katanya.
Senada dengan Jhon Boleng, Wakil Ketua ll DPRD Nagekeo juga berharap dukungan penuh dari semua elemen baik pemerintah, masyarakat hingga lembaga keuangan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Nagekeo.
Politisi Partai Gerindra ini berharap, kolaborasi kerjasama untuk menyukseskan program makan bergizi gratis tidak hanya datang dari pemerintah akan tetapi mesti disikapi serius oleh lembaga keuangan sebagai peluang mengucurkan kredit kepada masyarakat.
"Kita berharap agar lembaga keuangan para pimpinan Bank itu bisa berinovasi agar skema kredit usaha rakyat (KUR) bisa dikreasikan bagaimana caranya agar dapur kita ini tumbuh bisa lebih cepat," pungkasnya.
Tanggapan Bank NTT terhadap Permintaan Pembiayaan
Menanggapi permintaan tersebut, Kepala Bank NTT Cabang Mbay, Petrus Soba Lewar, menyatakan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis. Bank NTT telah mengucurkan kredit sebesar Rp 500 juta untuk pelaku usaha yang siap melayani makan bergizi gratis. Ia menegaskan bahwa bank terbuka untuk siapa saja yang ingin mengakses pinjaman guna mendukung pembangunan dapur dan fasilitas pendukungnya.
"Pertama untuk pelaku usaha yang menyiapkan makan bergizi gratis, kita ada Kim kredit memback up penyiapan sarana dan prasarana makan bergizi gratis," katanya.
Terkait dengan kredit bagi pengusaha Bank NTT Cabang Mbay tegas Petrus Soba Lewar terbuka untuk siapa saja yang ingin mengakses pinjaman guna mendukung rencana pembangunan dapur berikut fasilitas pendukungnya.
"Kita sesuaikan dengan permintaan kita terbuka kesempatan untuk siapa yang ingin mengelola MBG. Kreditnya masuk skema usaha kecil yakni Rp100 sampai Rp500 juta, kalau untuk usaha menengah itu di atas Rp 500 juta, di bawah Rp100 juta itu usaha mikro," urainya.