Yunus Takandewa: Kader PDIP Harus Tahan Banting

Ketua DPD PDIP NTT Yunus Takandewa
Sumber :
  • Sevrin Waja

Sikka, NTTVIVA-- Ketua DPD PDIP Nusa Tenggara Timur (NTT), Yunus Takandewa mengingatkan kader PDI Perjuangan Kabupaten Sikka harus memiliki mental kuat dan tidak mudah goyah dalam menghadapi berbagai tantangan politik. 

img_title Menanti Hunian Sementara, Penyintas Gempa Nagekeo Terima Bantuan PDIP

Ia mengibaratkan kader partai dalam kerja-kerja politik memenangkan hati rakyat seperti “pisang banteng” yang tahan banting, tetap kokoh, dan mampu bertahan dalam situasi apa pun demi menjaga marwah serta kepercayaan rakyat.

"Di Kabupaten Sikka ada jenis pisang yang disebut Pisang Banteng. Uniknya, pisang ini dikenal tidak mudah kena virus, kuat, dan secara faktual bisa diolah menjadi apa saja. Saya berharap karakter kuat, tahan banting, dan bermanfaat seperti inilah yang 'ditanam' dan dimiliki oleh setiap PAC di seluruh Sikka," ujar Yunus saat menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDIP di Kabupaten Sikka, Rabu (29/04/2026).

img_title Ayah-Anak Nelayan Sikka yang Hilang Kontak Menuju Selayar Ditemukan Selamat

Yunus menegaskan bahwa kader partai harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya di era digital yang terus berubah cepat.

Ia menilai, pola kerja konvensional sudah tidak lagi cukup untuk menjangkau dan memenangkan hati rakyat. Karena itu, kader dituntut untuk lebih kreatif, inovatif, serta memanfaatkan teknologi dan media digital sebagai sarana komunikasi politik yang efektif.

img_title Jokowi Minta Kader PSI Genjot Sosialisasi Logo Gajah, Baru 48 Persen Warga yang Tahu

“Untuk memenangkan hati rakyat di era digital ini, kader tidak bisa lagi bekerja secara konvensional atau cara-cara lama yang kurang efektif,” tegasnya.

Kepada para pengurus PAC, Wakil Ketua Komisi ll DPRD NTT ini membeberkan empat indikator kinerja utama yang menjadi "rapor" penilaian bagi setiap pengurus, yaitu: Elektoral, Organisasi, Komunikasi Publik, dan Tata Kelola. 

"Keempat aspek ini harus dikuasai dengan baik demi kemajuan partai" pesannya.

Lebih jauh, Yunus menegaskan bahwa Kabupaten Sikka memiliki posisi strategis dalam peta politik Nusa Tenggara Timur. Sikka dinilai sebagai barometer politik daerah, sehingga dinamika politik di wilayah ini kerap menjadi rujukan bagi daerah lain di NTT.

Atas dasar itu, ia menekankan pentingnya menjaga jati diri PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik. Menurutnya, partai tidak boleh hanya aktif dan muncul saat momentum pemilu, tetapi harus hadir secara konsisten di tengah masyarakat, memperjuangkan kepentingan rakyat dalam setiap waktu.

"Kita harus menjaga watak asli partai ini sebagai partai Wong Cilik, kita bukan partai yang baru sibuk dan ribut saat pemilu saja. PDI Perjuangan hadir untuk rakyat setiap saat," tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Keanggotaan dan Organisasi, Dr. Andreas Hugo Pareira, dalam arahannya menegaskan pentingnya menjaga filosofi dasar perjuangan partai agar tidak kehilangan arah.

Wakil Ketua Komisi Xlll ini menjelaskan bahwa tujuan utama partai dalam berpolitik adalah untuk melayani masyarakat. Karena itu, kekuasaan yang diperoleh partai harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, bukan sekadar menjadi alat untuk meraih posisi atau jabatan.

“Partai harus mengurus rakyat. Kekuasaan yang diperoleh adalah untuk rakyat. Politik sejatinya adalah tentang memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan semata-mata mencari kekuasaan,” tegas Andreas.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa menjadi politisi bukan hanya soal kedudukan, melainkan sebuah panggilan pengabdian. Setiap upaya dan kerja keras yang dilakukan harus berorientasi pada kesejahteraan serta kebaikan bersama.