Jembatan Wae Musur Rusak Akibat Banjir: Kapan Diperbaiki? Masih Tunggu Proses Anggaran

Kondisi jembatan Wae Musur hancur akibat banjir bandang pada 13 Mei 2026
Sumber :
  • Rosis Adir

Manggarai Timur, VIVA NTT— Hampir sebulan setelah banjir bandang menghantam Kali Wae Musur, crossway atau jembatan penyeberangan di Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, hingga kini belum mendapat penanganan darurat. Kerusakan sepanjang kurang lebih 40 meter ini memutus akses utama tiga desa sekaligus: Desa Bea Ngencung, Desa Lidi, dan Desa Satar Lenda.

img_title Kena Efisiensi di Awal, Enam Perangkat Daerah Manggarai Justru Kebagian Tambahan Anggaran Mencolok

Kepala Dinas PUPR Manggarai Timur, Ferdinandus Mbebok, mengakui proses penanganan belum bisa dimulai karena pihaknya masih mengajukan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) ke Badan Keuangan Daerah.

“Mudah-mudahan tidak ada kendala sehingga penanganan darurat bisa segera dilakukan,” kata Ferdinandus Mbebok, Kepala Dinas PUPR Manggarai Timur, Senin, 8 Juni 2026.

img_title Perbaikan Darurat Crossway Wae Musur Dimulai, DPRD Manggarai Timur Dorong Jembatan Permanen

Ferdinandus memperkirakan proses pengajuan anggaran dapat rampung dalam kurang dari satu minggu. “Kami sudah mengajukan ke Badan Keuangan. Semoga tidak ada kendala terkait ketersediaan anggaran sehingga penanganan darurat dapat segera dilaksanakan,” ujarnya.

Rombongan pejabat Pemda Manggarai Timur saat meninjau kerusakan crossway Wae Musur

Photo :
  • Rosis Adir

img_title Kejari Manggarai Lidik Dugaan Korupsi DP3AKB Manggarai Timur, Incar Data Anggaran 2024–2025

Banjir Bandang 13 Mei: Infrastruktur Hancur, Tiga Desa Terisolir

Bencana terjadi pada Rabu dini hari, 13 Mei 2026, sekitar pukul 04.00 WITA. Banjir bandang yang menerjang Kali Wae Musur menghancurkan badan jalan dan crossway dengan panjang kerusakan mencapai sekitar 40 meter. Akibatnya, jalur utama yang menghubungkan ketiga desa dengan Borong ibukota Kabupaten Manggarai Timur  serta wilayah lainnya terputus total.

Kepala Desa Bea Ngencung, Yavaristus Juliano, menggambarkan dampak nyata yang dirasakan warga setiap harinya. Tidak hanya mobilitas warga yang terhambat, distribusi hasil pertanian pun ikut terganggu.

“Mobilitas warga terganggu, termasuk distribusi hasil pertanian masyarakat. Saat ini akses benar-benar terputus,” ungkap Yavaristus Juliano, Kepala Desa Bea Ngencung

Selain merusak infrastruktur jalan, banjir turut menyebabkan sejumlah ternak warga hanyut dan merusak area persawahan di sekitar lokasi bencana. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.

Wakil Bupati Tinjau Lokasi, Penanganan Belum Terealisasi

Beberapa jam usai bencana, Wakil Bupati Manggarai Timur Tarsisius Syukur meninjau langsung lokasi bersama Dinas PUPR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kala itu, pemerintah daerah menyatakan akan segera menangani kerusakan setelah debit air surut dan kondisi memungkinkan.

Halaman Selanjutnya
img_title