PLN Pastikan SUTT Panaf–Naibonat Aman, Siap Sosialisasi Ulang

Asisten Manager Perizinan, Pertanahan, Keuangan dan Umum PLN Unit Pelaksana Proyek Nusa Tenggara 3, Lalu Irlan Jayadi
Sumber :
  • Mario Langun

Kupang, VIVA NTT– Pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) jalur Panaf–Naibonat di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, menjadi perbincangan warga setelah sejumlah penghuni Perumahan Belo Permai, Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, menyampaikan kekhawatiran soal jaringan transmisi yang akan melintasi kawasan permukiman mereka.

img_title Golkar Manggarai Fasilitasi 100 Pelaku UMKM Kenali KUR Bank NTT

Proyek ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang dikelola PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Nusa Tenggara 3.

SUTT Panaf–Naibonat dirancang untuk memperkuat sistem kelistrikan Pulau Timor secara keseluruhan. Secara teknis, jalur ini berfungsi mengevakuasi daya dari PLTU Timor 1 ke jaringan transmisi yang lebih luas, sekaligus menjaga stabilitas distribusi listrik di NTT.

img_title Ribuan Warga Kupang Antusias Sambut Jokowi di CFD El Tari

Tanpa infrastruktur semacam ini, kapasitas pembangkit yang ada tidak dapat tersalurkan secara optimal ke konsumen.

Asisten Manager Perizinan, Pertanahan, Keuangan dan Umum PLN Unit Pelaksana Proyek Nusa Tenggara 3, Lalu Irlan Jayadi, menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung pada Rabu (10/6/2026) bukan merupakan agenda sosialisasi, melainkan tahapan pemberkasan administrasi sebagai bagian dari proses pemberian kompensasi kepada masyarakat yang terdampak jalur transmisi.

img_title Salam Literasi Bergema di Borong, Gubernur NTT Sosialisasikan Pergub Jam Belajar dan Luncurkan NTT Mart

Menurutnya, sosialisasi pembangunan sebelumnya telah dilaksanakan di Kantor Lurah Belo dan mencakup penjelasan menyeluruh mengenai tahapan pembangunan, hak dan kewajiban masyarakat, hak dan kewajiban PLN, hingga mekanisme pemberian kompensasi.

"Agenda yang dilaksanakan kemarin adalah pemberkasan, bukan sosialisasi. Sosialisasi pembangunan sudah dilakukan jauh sebelumnya di Kantor Lurah Belo. Dalam pertemuan tersebut kami menjelaskan seluruh tahapan pembangunan sesuai prosedur yang berlaku," ujar Irlan, Kamis, 11 Juni 2026. 

Jaringan yang dibangun beroperasi pada tegangan 150 kilovolt (kV). Pada tegangan ini, regulasi mewajibkan adanya clearance atau ruang bebas yang ketat di sekitar jalur transmisi demi keselamatan masyarakat.

"Standar yang kami terapkan bukan hanya standar konstruksi, tetapi juga standar keselamatan. Pada jaringan 150 kV terdapat ruang bebas yang harus dipenuhi sehingga aktivitas masyarakat tetap aman. Di kawasan Belo, menara transmisi yang dibangun memiliki ketinggian yang memadai dengan estimasi sekitar 30 meter," terangnya.

Di kawasan Belo, menara transmisi diperkirakan setinggi 30 meter. Bangunan di sisi kiri dan kanan jalur tetap dapat digunakan selama memenuhi ketentuan keselamatan yang berlaku, baik standar nasional maupun internasional.

Halaman Selanjutnya
img_title