Kasus Bunuh Diri Terus Meningkat, Manggarai Timur Perkuat Program Ketahanan Keluarga dan Perlindungan Anak

Ilustrasi orang sedang bunuh diri.
Sumber :
  • Pngtree

Manggarai Timur, VIVA NTT–Angka kasus bunuh diri di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan tren meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP2KB P3A) mencatat lonjakan signifikan: dari tiga kasus pada 2018 menjadi 11 kasus pada 2021. Pada 2024, sedikitnya 13 desa di wilayah ini tercatat sebagai lokasi terjadinya kasus bunuh diri dalam satu tahun.

img_title BGN Prioritaskan MBG di Daerah Stunting Tinggi Termasuk Manggarai Timur tapi Masih Terkendala Dapur

5 Kasus Februari-Juni 2026

Dalam catatan yang dirangkum ViVa NTT, kasus pertama tahun 2026 terjadi pada 25 Februari malam. Seorang siswa SMAN I Poco Ranaka berusia 17 tahun, asal Kampung Dahang, Desa Gurung Turi, Kecamatan Lamba Leda Timur, ditemukan meninggal karena menggantung diri di dapur asrama putra-putri di Kampung Benteng Dima, Kelurahan Mandosawu, Kecamatan Lamba Leda Selatan. Ia diduga menggantung diri sejak pukul 21.00 dan baru ditemukan pada pukul 21.29 oleh rekan asramanya. 

img_title Empat Paket Jalan Dana Pinjaman Daerah di Manggarai Timur Masuk Masa Sanggah

Kasus kedua terjadi pada 14 April. Kepala Pos Polisi Mano, Bripka Alexandrea Riberu, 38 tahun, ditemukan meninggal karena bunuh diri di sebuah bangunan asrama yang tidak berpenghuni, di sebelah timur Pos Polisi Mano, Kelurahan Mandosawu, Kecamatan Lamba Leda Selatan. 

Kasus ketiga terjadi pada 20 April. Seorang pria berusia 23 tahun ditemukan meninggal karena menggantung diri di dalam kamar rumahnya di Kampung Rewung, Dusun Tenda Poa, Desa Tanggo Molas, Kecamatan Lamba Leda Timur. 

img_title Dikeluhkan Warga Matim: Beras Bantuan Bau dan Kurang Kilo, Bulog Ubah Mekanisme Penyaluran

Kasus keempat tahun 2026 terjadi pada 22 April siang. Seorang pria berusia 28 tahun ditemukan meninggal karena menggantung diri di sebuah pondok di Kampung Rua, Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong. Korban ditemukan oleh ayahnya, LP, yang mendapati pintu pondok terkunci dari dalam. Visum yang dilakukan oleh dr. Gisella D.L. Susur dari Puskesmas Lebi dan Puskesmas Borong menyimpulkan bahwa korban meninggal akibat lilitan tali yang menghambat pernapasan. 

Kasus terbaru, seorang pria dan putranya yang berusia tujuh tahun ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar di sebuah rumah di Manggarai Timur pada Kamis sore, 11 Juni 2026. Polisi menduga anak itu meninggal akibat tindak kekerasan, sementara sang ayah ditemukan dalam kondisi gantung diri. Penyelidikan masih berlangsung.

Halaman Selanjutnya
img_title