Kapendam: Sebelum Lakukan Penusukan, Prajurit TNI Labuan Bajo Dikeroyok 15 Anggota Brimob
- Dok. Kodam IX Udayana
Bali, ViVa NTT– Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution, meluruskan informasi yang beredar terkait dugaan penusukan anggota Brimob oleh prajurit TNI di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan Subdenpom IX/1-1 Ende, kronologi kejadian berbeda dari yang selama ini ramai diperbincangkan.
Peristiwa bermula pada Rabu malam, 10 Juni 2026, sekitar pukul 21.00 WITA. Dua anggota Kodim 1630/Manggarai Barat, Pratu I.B. dan Pratu I.W., bersama rekan mereka Pratu F.R., menghadiri acara syukuran pelantikan anggota Brimob bernama Bripda J.G. Lokasi acara bertempat di samping rumah orang tua Pratu I.W., di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo. Ketiganya hadir selaku tamu undangan dan diterima dengan baik oleh tuan rumah.
Suasana awalnya berlangsung kekeluargaan. Namun, beberapa saat setelah Pratu I.B. berinteraksi dengan salah satu anggota Brimob, terdengar instruksi agar seluruh anggota Brimob meninggalkan lokasi. Sekitar 30 menit kemudian, lebih dari 15 anggota Brimob kembali mendatangi tempat acara.
Menurut hasil pemeriksaan, setibanya di lokasi, sejumlah anggota Brimob diduga langsung menarik Pratu I.B. ke arah jalan raya sejauh sekitar 40 meter, kemudian melakukan pemukulan dan pengeroyokan. Pratu I.W. yang berusaha membantu rekannya turut menjadi sasaran pengeroyokan. Dalam situasi terdesak, Pratu I.W. berhasil mencari celah untuk meloloskan diri, lalu berlari ke rumah orang tuanya dan mengambil pisau kerambit.
“Menurut hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, setibanya di lokasi, sejumlah anggota Brimob diduga langsung menarik Pratu I.B. ke arah jalan raya sejauh kurang lebih 40 meter sebelum kemudian terjadi tindakan pemukulan dan pengeroyokan,” ungkap Kolonel Inf Amrizal Nasution dikutip Minggu, 14 Juni 2026.
Diperkuat Keterangan Saksi Mata
Sejumlah saksi mata yang berada di lokasi kejadian, di antaranya F.N., S.B.P., H.P., dan F.S.H., memperkuat keterangan tersebut. Para saksi mengaku menyaksikan langsung pengeroyokan oleh sekitar 15 anggota Brimob terhadap kedua prajurit Kodim itu.
Para saksi juga menyebutkan bahwa warga sekitar sempat berupaya melerai dan meminta pengeroyokan dihentikan. Namun, tindakan itu tetap berlanjut, bahkan ketika salah satu korban berada dalam posisi terjatuh dan berusaha melindungi kepalanya dari pukulan.