Perbaikan Darurat Crossway Wae Musur Dimulai, DPRD Manggarai Timur Dorong Jembatan Permanen
- [Dokumentasi Dinas PUPR Manggarai Timur]
Manggarai Timur, VIVA NTT – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur mulai melakukan perbaikan darurat terhadap kerusakan crossway Wae Musur di Kecamatan Rana Mese. Jalur ini sebelumnya putus total setelah diterjang banjir bandang pada Rabu dini hari, 13 Mei 2026, yang menghancurkan badan jalan dan crossway sepanjang sekitar 40 meter serta mengisolasi tiga desa.
Bencana banjir bandang itu mengakibatkan akses menuju Desa Bea Ngencung, Desa Lidi, dan Desa Satar Lenda terputus total. Lebih dari itu, jalur Wae Musur juga merupakan akses strategis yang menghubungkan wilayah selatan Manggarai Timur dengan Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat, sehingga kerusakannya berdampak luas pada mobilitas antarkecamatan dan antarkabupaten.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Manggarai Timur, Ferdinandus Mbembok, menyatakan perbaikan darurat mulai dikerjakan sejak Rabu, 24 Juni 2026, dengan fokus membuka kembali akses transportasi masyarakat.
"Penanganan darurat sudah mulai kami kerjakan sejak kemarin. Mudah-mudahan bisa cepat selesai. Kami juga berharap hujan tidak berlangsung lama karena bisa menjadi kendala dalam proses pekerjaan di lapangan," kata Ferdinandus Mbembok, Kamis, 25 Juni 2026.
Kondisi cuaca menjadi faktor krusial dalam percepatan pekerjaan. Selama tiga hari terakhir, sebagian wilayah Manggarai Timur masih diguyur hujan meski dengan intensitas relatif ringan. Hujan berulang dikhawatirkan meningkatkan debit Kali Wae Musur, yang dapat menghambat pekerjaan sekaligus membahayakan keselamatan pekerja di lapangan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR, Mikael Deodatus Ampur, yang turun langsung ke lokasi, menjelaskan bahwa sejak Rabu pekerjaan difokuskan pada proses pengeringan air. Menurutnya, pengecoran baru akan dimulai pada Senin pekan berikutnya setelah kondisi lokasi memungkinkan.
"Untuk pengecoran akan mulai Senin pekan depan," katanya.
Perhatian terhadap penanganan bencana ini juga datang dari DPRD Manggarai Timur. Wakil Ketua DPRD Basilius Teto menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan penanganan darurat dilakukan secepat mungkin agar aktivitas masyarakat segera pulih. Menurutnya, akses Wae Musur adalah urat nadi transportasi warga yang tidak boleh dibiarkan terputus terlalu lama.
Ketua Fraksi Hanura, Rikar Runggat, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan sekitar Rp80 juta dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanganan awal.