Belajar dari Tragedi Ayah-Anak di Manggarai Timur, Psikiater Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini dan Dukungan Keluarga
- Ist
Manggarai Timur, VIVA NTT–Sebuah rumah di Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, mendadak menjadi pusat perhatian warga pada Kamis, 11 Juni 2026.
Di dalam rumah itu, seorang ayah dan anak laki-lakinya yang baru berusia tujuh tahun ditemukan meninggal dunia.
Peristiwa tersebut tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga, tetapi juga mengguncang masyarakat Manggarai Timur yang dalam beberapa tahun terakhir masih bergulat dengan tingginya angka bunuh diri.
Berdasarkan penyelidikan awal kepolisian, sang anak diduga lebih dahulu menjadi korban kekerasan sebelum ayahnya ditemukan meninggal di lokasi yang sama. Namun hingga kini, polisi masih terus menyelidiki rangkaian peristiwa dan motif yang melatarbelakanginya.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, IPTU Ahmad Zacky Shodry, mengatakan kedua korban ditemukan setelah adik korban dewasa bersama ibunya pulang dari Borong. Setibanya di rumah, mereka mendapati pintu dalam keadaan terkunci dari dalam.
Beberapa kali mereka memanggil penghuni rumah, tetapi tidak ada jawaban. Setelah berusaha memeriksa kondisi di dalam rumah, keduanya menemukan ayah dan anak tersebut telah meninggal dunia. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian dan petugas kesehatan.
Polisi yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, dan berkoordinasi dengan tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap kedua jenazah.
Menurut Ahmad Zacky, hasil pemeriksaan medis awal menunjukkan anak berusia tujuh tahun itu diduga meninggal akibat tindak kekerasan yang menyebabkan gangguan pernapasan. Sementara ayah korban ditemukan meninggal di lokasi yang sama.
"Informasi awal yang diperoleh bahwa korban dewasa diduga mengalami tekanan psikologis akibat persoalan rumah tangga," kata Ahmad Zacky.
Meski demikian, ia menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Seluruh informasi yang berkembang masih diverifikasi sehingga penyebab maupun motif pasti belum dapat disimpulkan.
Kehati-hatian tersebut penting mengingat setiap peristiwa bunuh diri maupun kekerasan dalam keluarga hampir selalu dipengaruhi berbagai faktor yang saling berkaitan.
Ahli mengingatkan, kondisi kejiwaan seseorang tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan dugaan atau informasi awal tanpa pemeriksaan profesional yang menyeluruh.