Salam Literasi Bergema di Borong, Gubernur NTT Sosialisasikan Pergub Jam Belajar dan Luncurkan NTT Mart

Gubernur Melki Laka Lena sosialisasikan Pergub Jam Belajar dan luncurkan NTT Mart by OSOP
Sumber :
  • Biro Pimpinan Setda Pemprov NTT

Manggarai Timur, VIVA NTT– Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa upaya membangun masa depan Nusa Tenggara Timur harus dimulai dari pembenahan pendidikan, penguatan budaya literasi, serta penciptaan ekosistem ekonomi lokal yang kuat.

img_title Bupati Manggarai Timur Siapkan Perbup Jam Belajar Anak di Rumah

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat, peluncuran buku Transformasi Dimulai dari Kelas, serta peluncuran NTT Mart by OSOP di SMK Negeri 1 Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu, 4 Juli 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, para kepala sekolah, pengawas, guru, serta ratusan siswa jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK se-Kabupaten Manggarai Timur.

img_title NTT Hapus Denda Pajak Kendaraan 100 Persen, Warga Diberi Waktu Dua Bulan

Bupati Manggarai Timur Agas Andreas menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terhadap dunia pendidikan di Manggarai Timur.

Menurutnya, pelaksanaan sosialisasi Peraturan Gubernur tentang Jam Belajar Masyarakat, peluncuran buku karya para pendidik, serta kehadiran NTT Mart by OSOP merupakan bukti nyata dukungan pemerintah provinsi dalam memperkuat kualitas pendidikan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi daerah.

img_title Pegiat Literasi Kupang Dukung Pergub Jam Belajar, Ungkap Kunjungan ke Toko Buku Anjlok 70 Persen

Dalam arahannya, Gubernur Melki Laka Lena menjelaskan bahwa Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2026 lahir sebagai respons atas menurunnya kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Timur.

Ia mengungkapkan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik menunjukkan Nusa Tenggara Timur masih berada pada peringkat ke-36 secara nasional. Menurutnya, keberhasilan sejumlah sekolah maupun siswa berprestasi tidak boleh menutupi kenyataan bahwa secara umum kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Timur masih perlu diperbaiki secara serius.

Gubernur juga mengajak seluruh pihak untuk belajar dari semangat para guru pada masa lalu yang mampu mentransfer ilmu dan membentuk karakter peserta didik secara maksimal meskipun dengan berbagai keterbatasan.

Menurut Gubernur, salah satu penyebab menurunnya kualitas pendidikan adalah semakin berkurangnya pendampingan orang tua terhadap anak di rumah. Oleh karena itu, Peraturan Gubernur tentang Jam Belajar Masyarakat dirancang untuk mengembalikan budaya belajar dalam keluarga sekaligus memperkuat kebersamaan waktu keluarga.

Melalui kebijakan tersebut, setiap hari pada pukul 18.00–19.30 WITA, keluarga diharapkan memfokuskan waktu untuk mendampingi anak belajar, membaca, berdiskusi, maupun mengerjakan tugas sekolah, sehingga proses pendidikan berlangsung tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga.

Halaman Selanjutnya
img_title