Lagi-Lagi Mogok, Bus Trans NTT Bikin Penumpang Terlantar 5 Jam di Borong

Bus Trans NTT saat tiba di Terminal Borong, Manggarai Timur pada Rabu, 1 Juli 2026
Sumber :
  • Dokumentasi Gecio

Manggarai Timur, VIVA NTT–Sejumlah calon penumpang Bus Trans NTT rute Ruteng–Borong–Kupang mengeluhkan pelayanan operator setelah mengalami keterlambatan penjemputan hingga sekitar lima jam di Terminal Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

img_title Satu Penumpang Diduga Lompat dari KM Lambelu, Basarnas Maumere Kerahkan Tim SAR Gabungan di Perairan Pemana

Salah seorang keluarga penumpang, Gecio, mengatakan bus yang dijadwalkan menjemput pada Rabu, 1 Juli 2026, tidak kunjung tiba sesuai jadwal.

Ia bersama keluarga dan calon penumpang lainnya menunggu sejak pukul 12.00 WITA hingga sekitar pukul 17.20 WITA tanpa memperoleh informasi yang jelas dari pihak pengelola.

img_title Tim SAR Gabungan Selamatkan 23 Penumpang KM Hinaya yang Mati Mesin di Perairan Labuan Bajo

"Kami beserta keluarga lainnya menunggu bus selama lima jam di Terminal Borong tanpa mendapatkan informasi yang jelas dari pihak pengelola," kata Gecio, Senin, 6 Juli 2026.

Menurutnya, keterlambatan tersebut membuat sejumlah calon penumpang beserta keluarga harus menunggu berjam-jam di area terminal. Sebagian di antaranya, kata dia, terpaksa bertahan dalam kondisi yang kurang nyaman.

img_title Jelang Mudik Idulfitri 1447 H, Satlantas Polres Sumba Timur Ramp Check Bus Damri dan Periksa Kesehatan Pengemudi

"Beberapa anggota keluarga kami harus menunggu ditemani nyamuk dan menahan dinginnya cuaca. Sungguh pengalaman yang buruk," ujarnya.

Gecio mengatakan, selama proses menunggu, tidak ada penjelasan dari pihak Bus Trans NTT mengenai penyebab keterlambatan. Informasi baru diperoleh setelah armada tiba di Terminal Borong.

Ia menyebutkan bahwa keterlambatan tersebut disebabkan oleh kerusakan mesin pada armada yang melayani rute Ruteng–Borong–Kupang. Setelah dilakukan perbaikan, bus kemudian melanjutkan perjalanan sekitar pukul 18.10 WITA.

Menurut Gecio, kondisi tersebut menunjukkan perlunya perbaikan pelayanan, terutama dalam penyampaian informasi kepada penumpang saat terjadi gangguan operasional.

Ia juga menyebutkan bahwa keluarganya pernah mengalami kejadian serupa saat menggunakan Bus Trans NTT menuju Borong pada awal Juni 2026. Saat itu, armada yang digunakan juga mengalami kerusakan mesin di tengah perjalanan.

"Kalau bus memang tidak layak jalan, jangan dipaksakan beroperasi. Lebih baik diganti dengan armada lain agar tidak mengorbankan penumpang," katanya.

Ia berharap manajemen Bus Trans NTT melakukan evaluasi terhadap kondisi armada sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk memberikan informasi yang cepat dan jelas apabila terjadi keterlambatan.

Menurutnya, pelayanan transportasi umum harus menjamin hak penumpang atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan selama perjalanan.

Halaman Selanjutnya
img_title