Dinas ESDM NTT: Lokasi Galian Material Proyek Jalan Rp14,5 Miliar di Matim Tak Berizin
- Rosis Adir
Manggarai, VIVA NTT– Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTT memastikan lokasi pengambilan material untuk proyek peningkatan Jalan Watu Cie–Deno di Desa Compang Laho, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, berada di luar Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP/IUP) maupun usulan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).
Kepala Seksi Minerba dan Air Tanah Cabang Dinas ESDM Provinsi NTT Wilayah Manggarai, Andreas S. Kantus, mengungkapkan hal itu, Kamis, 9 Juli 2026.
Ia menjelaskan hingga Juli 2026 baru ada lima titik WIUP/IUP di Manggarai Timur, semuanya di Kecamatan Ranamese. Sementara usulan WPR berjumlah 21 lokasi, tersebar di tujuh kecamatan: Lamba Leda, Lamba Leda Timur, Sambi Rampas, Congkar, Elar, Ranamese, dan Kota Komba.
"Desa Compang Laho tidak berada baik dalam WIUP (IUP) maupun usulan WPR," kata Andreas.
Andreas menambahkan, penindakan tambang tanpa izin merupakan kewenangan aparat penegak hukum, namun pemerintah daerah tetap punya peran melalui instansi terkait.
"Kalau masih ada kegiatan pertambangan tanpa izin, tidak saja menjadi kewenangan aparat penegak hukum, tetapi Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur juga harus menyesuaikan dengan ketentuan tersebut. Dalam hal ini OPD PUPR bidang tata ruang dan Dinas Lingkungan Hidup bisa mengambil tindakan berupa teguran," katanya.
Ia menyebut pihaknya bersama Pemkab Manggarai Timur sudah melakukan sosialisasi di sembilan kecamatan pada Mei 2026 untuk mengingatkan warga soal larangan tambang ilegal sebagaimana diatur dalam UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba.
Temuan di Lapangan
Proyek Jalan Watu Cie–Deno bernilai kontrak Rp14,5 miliar dan dikerjakan pada 2026 oleh CV Odilia asal Borong, dengan pelaksana lapangan Nining, kontraktor lokal dari Lamba Leda Selatan. Proyek ini mencakup dua ruas: satu kilometer di Desa Lento dan empat kilometer di ruas Deno–Tanggar, Desa Compang Laho.
Penelusuran Viva NTT pada Minggu (5/7/2026) menemukan bekas galian excavator di lereng Golo Watu Pasat, kawasan Lonto Ulu, Desa Compang Laho. Tanah tampak terbelah dengan bongkahan batu berserakan, sementara di bagian bawah lereng terdapat jalan umum, sawah, dan permukiman warga.