Tambang Galian C Ilegal Diduga Jadi Sumber Material Proyek Jalan Rp14,5 M di Matim, Kontrak Tak Sebut Nama Quarry

Kondisi jalan Watu Cie-Deno setelah diurug menggunakan material dari lokasi Lonto Ulu, Desa Compang Laho
Sumber :
  • Rosis Adir

Manggarai Timur, ViVa NTT—Dokumen kontrak proyek peningkatan Jalan Watu Cie–Deno senilai Rp14,5 miliar di Kabupaten Manggarai Timur tidak mencantumkan quarry atau tambang galian C sebagai sumber material. Kontrak hanya menyebut frasa “quarry sekitar lokasi”, tanpa keterangan lebih lanjut soal titik penggalian maupun status legalitasnya.

img_title Berkas Perkara Lengkap, Polres Sumba Timur Laksanakan Penyerahan Tahap II Kasus Tambang Emas Ilegal

Penelusuran ViVa NTT menemukan bahwa frasa umum tersebut mengarah pada satu lokasi: sebuah galian di Golo Watu Pasat, Lonto Ulu, Desa Compang Laho, yang hingga kini belum mengantongi izin pertambangan.

Kekosongan nama dalam dokumen kontrak itu kini menjadi celah pertanyaan besar: siapa yang menentukan sumber material untuk proyek yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) ini, dan atas dasar apa keputusan itu diambil?

img_title Bawa Pasir Emas Diduga Hasil Tambang Ilegal, Warga Umalulu Diamankan Polisi di Pelabuhan Waingapu

Galian cadas di Golo Watu Pasat Lamba Leda Selatan jadi material proyek jalan belasan miliar

Photo :
  • Rosis Adir

Proyek Rp14,5 Miliar, Dikerjakan Dua Segmen

img_title Penyidikan Dugaan Korupsi DP3AKB Matim, Kejari Manggarai Periksa 21 Saksi

Proyek Jalan Watu Cie–Deno merupakan salah satu proyek infrastruktur yang dikerjakan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur pada 2026. Nilai kontraknya mencapai Rp14,5 miliar, terbagi dalam dua segmen: satu kilometer di Desa Lento, dan empat kilometer pada ruas Deno–Tanggar, Desa Compang Laho.

Proyek ini dikerjakan oleh CV Odilia yang berbasis di Borong, ibu kota Manggarai Timur. Namun, di lapangan, pelaksana pekerjaan adalah Nining, kontraktor lokal asal Lamba Leda Selatan.

Saat mendatangi lokasi pada 5 Juli 2026, Viva NTT menyaksikan bekas kerukan alat berat jenis excavator, dengan tumpukan material di beberapa titik. Lokasi galian berada di lereng bukit, sementara jalan umum, area persawahan, dan permukiman warga berada tidak jauh di bagian bawahnya.

Sejumlah warga menyebut material dari lokasi tersebut diangkut untuk keperluan proyek peningkatan Jalan Watu Cie–Deno. Di beberapa titik ruas Deno–Tanggar, Viva NTT menyaksikan material berwarna merah kecokelatan telah dihampar sebagai lapisan jalan, termasuk material cadas pada salah satu titik.

Warga Mencemaskan Mutu Jalan dan Kestabilan Lereng

Kekhawatiran warga bukan hanya pada legalitas sumber material, tetapi juga pada mutunya. Salah seorang warga, disebut dengan inisial V, mengatakan penggunaan material dari lokasi tersebut dikhawatirkan tidak sesuai spesifikasi pekerjaan jalan hotmix.

Halaman Selanjutnya
img_title