Petani di Sikka Tewas akibat Serangan Babi Hutan Saat Berburu Sendirian
- Dok. Kepolisian
Sikka, ViVa NTT— Seorang petani berinisial M.B. alias L. (50), warga Dusun Likong Gete, Desa Likong Gete, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, ditemukan tewas di areal kebun mete pada Rabu, 15 Juli 2026 sekitar pukul 11.00 WITA. Korban diduga tewas akibat serangan babi hutan saat berburu seorang diri di kawasan tersebut.
Berdasarkan keterangan dari Kasi Humas Polres Sikka Ipda Leonardus Tunga, korban berangkat berburu sendirian sekitar pukul 07.00 WITA, tak lama setelah mendengar gonggongan anjing peliharaannya dari arah kebun yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah.
"Menduga anjingnya sedang mengejar babi hutan, korban segera membawa parang, tombak, dan senapan angin menuju sumber suara. Sejak saat itu, ia tidak pernah kembali," ujar Ipda Leonardus.
Kecemasan mulai dirasakan sang adik yang semula menunggu di rumah, hingga akhirnya menyusul ke kebun menjelang pukul 11.00 WITA.
Di tengah pencarian, ia bertemu dengan anjing milik korban yang tampak menunjukkan arah tertentu.
"Dengan mengikuti hewan tersebut, saksi akhirnya menemukan korban telah tergeletak di antara pepohonan kebun mete, dengan sejumlah luka yang diduga kuat akibat gigitan babi hutan. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Waigete," ungkap Ipda Leonardus.
Personel kepolisian bergerak ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan, serta berkoordinasi dengan tenaga medis Puskesmas Watubaing.
"Tim Identifikasi (INAFIS) Polres Sikka turut diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, dengan proses identifikasi dipimpin Kasubsektor Nebe AIPTU Sadryanto bersama Kaur Identifikasi Polres Sikka AIPDA Kristoforus Suri," tambahnya.
Pemeriksaan luar terhadap jenazah dilakukan oleh dokter Puskesmas Watubaing, Servasius Suwaldus Situ, didampingi tenaga perawat setempat. Hasil pemeriksaan menemukan sejumlah luka gigitan pada tubuh korban yang diduga berasal dari serangan babi hutan, memperkuat dugaan bahwa korban meninggal akibat serangan satwa liar saat berburu seorang diri.
Saat aparat kepolisian dan Tim INAFIS tiba di lokasi, jenazah korban telah lebih dahulu dievakuasi oleh pihak keluarga menuju rumah duka. Meski demikian, seluruh prosedur kepolisian tetap dijalankan, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pendataan saksi, dokumentasi, hingga pemeriksaan medis sebagai bagian dari proses penyelidikan.