Dugaan Beras Bansos Bermasalah di Matim Direspons Kadis, Polisi Dalami Penyebab
- Rosis Adir
Manggarai Timur, ViVa NTT–Dugaan beras bantuan pangan bermasalah di Kabupaten Manggarai Timur kekurangan berat bersih dan busuk telah dibahas dalam rapat yang melibatkan Perum Bulog, pihak transporter, TNI, dan Polri.
Meski demikian, polisi menegaskan penyebab persoalan tersebut masih dalam penelusuran dan hingga kini belum ditemukan unsur pidana.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai Timur Herman Kodi mengatakan rapat itu digelar sebagai respons atas temuan dugaan kekurangan berat dan mutu beras bantuan yang beredar di masyarakat.
ViVa NTT menyaksikan timbangan satu karung beras bantuan milik seorang penerima di Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong yang hasilnya menunjukkan berat 8,6 kilogram, meski pada kemasan tertulis berat bersih 10 kilogram.
Penerima bantuan, ES, mengatakan dua karung beras yang diterimanya mengeluarkan bau tidak sedap. Sebagian beras itu, kata dia, terpaksa dicampur dengan beras lain agar tetap bisa dimasak.
Keluhan serupa datang dari JE, penerima bantuan di Desa Gunung Baru, Kecamatan Kota Komba Utara.
"Berasnya bau. Di karung tulis 10 kilogram. Setelah ditimbang hanya 8 sampai 9 kilogram," kata JE.
ViVa NTT juga memperoleh salinan surat undangan penerima bantuan yang diterbitkan Perum Bulog tertanggal 17 April 2026. Dalam surat itu, penyaluran dijadwalkan berlangsung pada 9 Mei 2026. Namun JE mengaku baru menerima undangan pada Juni dan bantuan baru dibagikan beberapa hari kemudian.
"Beberapa waktu lalu atas temuan berupa dugaan kekurangan kilo dan mutu sudah dilakukan klarifikasi dari pihak Bulog Ruteng, transporter, petugas lapangan Bulog, dua orang TNI dan satu orang dari Polres. Rapat saat itu dipimpin Kasat Reskrim Manggarai Timur," kata Herman kepada Viva NTT, Jumat, 17 Juli 2026.
Herman mengatakan pertemuan itu ia inisiasi setelah muncul temuan terkait mutu dan berat beras bantuan pangan yang tidak sesuai ketentuan.
Ia meminta ViVa NTT untuk mengonfirmasi Perum Bulog Cabang Ruteng dan memberikan bukti-bukti dugaan kekurangan berat dan mutu beras bantuan itu.
Namun Herman tidak menjawab pertanyaan ViVa NTT mengenai tanggapan Dinas atas temuan kekurangan, rencana uji mutu, pihak yang bertanggung jawab memastikan berat dan kualitas beras, maupun langkah yang akan diambil jika dugaan tersebut terbukti.