Dikeluhkan Warga Matim: Beras Bantuan Bau dan Kurang Kilo, Bulog Ubah Mekanisme Penyaluran
- Rosis Adir
Manggarai Timur, ViVa NTT – Karung beras bantuan pangan yang diterima warga Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur tertulis berat bersih 10 kilogram. Namun saat ditimbang ulang oleh ViVa NTT, beratnya hanya 8,6 kilogram.
Temuan itu, ditambah keluhan sejumlah penerima soal beras berbau tidak sedap, mendorong Perum Bulog Cabang Ruteng mengubah mekanisme penyaluran di wilayah tersebut.
Dalam keterangan yang disampaikan kepada ViVa NTT pada Senin, 20 Juli 2026, Kepala Perum Bulog Cabang Ruteng Brian Djami menyebut telah menggelar audiensi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai Timur dan Tim Satgas Saber Pangan.
Dari pertemuan itu, kata dia, disepakati sejumlah langkah, yakni penimbangan beras di titik distribusi, penyampaian jadwal pembagian kepada pihak berwenang, koordinasi selama proses penyaluran, serta pemeriksaan kualitas dan kuantitas beras sebelum diserahkan kepada penerima.
"Pengangkut akan melakukan penimbangan di gudang saat keluar dan di desa dengan menggunakan timbangan yang sudah ditera. Penerima bantuan pangan saat menerima bantuan bisa langsung mengecek beras di titik bagi. Jika tidak sesuai, bisa dikembalikan dan akan kami ganti," katanya.
Brian Djami juga mengonfirmasi bahwa proses distribusi di Kabupaten Manggarai Timur melibatkan pengangkut lokal, Aci Feny Akeng.
Menurut Bulog, sejak beras keluar dari gudang, tanggung jawab atas barang berada pada pihak pengangkut.
Ia juga menjelaskan perbedaan antara jadwal penyaluran dalam surat undangan dan waktu bantuan diterima sebagian warga.
Menurutnya, tanggal yang tercantum dalam undangan merupakan jadwal yang harus lebih dahulu diinput ke dalam sistem. Namun, penyaluran baru dilakukan pada Juni karena kemasan 10 kilogram belum tersedia.
"Jadwal rencana pembagian harus kami input di sistem. Namun karena keterlambatan kemasan, pembagian baru dilakukan pada bulan Juni setelah kemasan 10 kilogram tiba dan kami kemas," tulis Bulog.
Kemasan beras bantuan pangan
- Rosis Adir
Sebelumnya, ViVa NTT menemukan karung beras bantuan milik seorang penerima di Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong, dengan berat 8,6 kilogram, meski pada kemasan tertulis berat bersih 10 kilogram.
Penerima bantuan, ES, mengatakan dua karung beras yang diterimanya mengeluarkan bau tidak sedap sehingga sebagian harus dicampur dengan beras lain agar tetap dapat dikonsumsi keluarganya.