Semua Pelanggan PLN di Manggarai Timur Bayar PPJ, Lampu Jalan Masih Terpusat di Borong
- Rosis Adir
Manggarai Timur, NTT ViVa–Lebih dari 56 ribu pelanggan listrik di Kabupaten Manggarai Timur, NTT membayar Pajak Penerangan Jalan (PPJ) setiap bulan, baik lewat rekening listrik maupun pembelian token. Di antara mereka, tidak sedikit yang tinggal di desa-desa yang hingga kini belum pernah merasakan satu pun tiang lampu penerangan jalan umum menyala di depan rumah mereka.
Dokumen Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Timur yang diperoleh ViVa NTT memperlihatkan uang mengalir dari seluruh wilayah, hanya untuk membayar lampu yang menyala di satu titik selama hampir satu dekade terakhir.
Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) tidak menyebar mengikuti wilayah asal pembayar pajak, melainkan mengumpul di Borong, ibu kota kabupaten.
Dokumen tersebut mencatat pembangunan LPJU terakhir sebelum jeda panjang lima tahun dilakukan pada 2018, sebanyak 45 unit di ruas Tanah Bakok–Kembur. Setelah itu, tidak ada satu pun unit LPJU baru terpasang hingga 2023. Rentang waktu di mana penerimaan PPJ justru terus bertambah setiap tahun.
Pembangunan baru kembali dilakukan pada 2024, sebanyak tujuh unit di kawasan Pusat Perkantoran Lehong. Pada 2025, pemerintah menambah 12 unit di beberapa titik, antara lain kawasan Cepi Watu, Polres, dan ruas Pertigaan Kembur–Lehong. Seluruh lokasi itu tetap berada di lingkar ibu kota kabupaten, sementara sebagian besar wilayah desa di Manggarai Timur belum tersentuh sama sekali.
Kas Daerah Terus Bertambah Seiring Bertambahnya Pelanggan Desa
Data Badan Pendapatan Daerah Manggarai Timur menunjukkan penerimaan PPJ terus mengalir ke kas daerah dan trennya konsisten naik. Pada 2022 penerimaan tercatat Rp2,86 miliar, meningkat menjadi Rp3,24 miliar pada 2023, sedikit turun ke Rp3,13 miliar pada 2024, lalu kembali naik menjadi Rp3,83 miliar pada 2025. Hingga Juni 2026, penerimaan PPJ telah mencapai Rp2,25 miliar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Manggarai Timur, Irma Mbaut, menjelaskan kenaikan penerimaan PPJ dipengaruhi oleh program elektrifikasi desa lewat pemasangan jaringan listrik baru, bertambahnya jumlah rumah tangga pengguna listrik, meningkatnya konsumsi masyarakat, serta menggeliatnya aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.
Dengan kata lain, semakin banyak warga desa yang baru saja menikmati akses listrik, dan mereka pun otomatis ikut membayar PPJ setiap bulan namun tanpa jaminan bahwa kontribusi itu akan kembali dalam bentuk lampu jalan di lingkungan mereka sendiri.