Menunggu Janji Pemerintah Pusat Aspalkan 87 Km Lingkar Utara Labuan Bajo-Reo
- Yohanes. M
Manggarai Barat, ViVa NTT–Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras mendesak percepatan pembangunan jalan Lingkar Utara (Lintura) Flores dari Labuan Bajo Manggarai Barat menuju Reo Kabupaten Manggarai.
Menurutnya, jalur ini penting untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung akses menuju kawasan pariwisata superprioritas Labuan Bajo. Ia menegaskan bahwa percepatan proyek tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga pada kesiapan lahan di lapangan.
Pembebasan Lahan Jadi Syarat Utama
Andi Iwan meminta pemerintah daerah segera menuntaskan persoalan pembebasan lahan agar pembangunan tidak lagi terkendala. Ia menyampaikan hal tersebut dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (22/7/2026).
"Dengan begitu, pelaksanaan pembangunan tidak lagi terkendala dan anggaran yang dialokasikan dapat segera direalisasikan" ujar Andi Iwan.
Politisi Fraksi Partai Gerindra dari Dapil Sulawesi Selatan II itu berharap proyek segera rampung agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, baik dari sisi konektivitas, pemerataan pembangunan, maupun pertumbuhan ekonomi di Pulau Flores.
"Tujuannya agar manfaat segera dirasakan masyarakat, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Flores" kata Andi Iwan.
87 Km Belum Beraspal
Dari sisi teknis, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Janto, memaparkan bahwa Jalan Lingkar Utara Flores membentang sepanjang 141,291 kilometer dengan total kebutuhan anggaran pembangunan fisik mencapai sekitar Rp1,079 triliun. Pembangunan dilakukan bertahap dan ditargetkan tuntas pada 2031.
"Total kebutuhan anggaran pembangunan fisik Jalan Lingkar Utara Flores diperkirakan mencapai Rp1,079 triliun. Hingga saat ini, sebagian ruas telah beraspal, namun masih terdapat ruas jalan tanah, ruas yang belum tembus, serta sekitar 87,416 kilometer yang masih memerlukan pengaspalan" jelas Janto.
Jalan Lingkar Utara Flores merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Reo–Labuan Bajo melalui ruas Labuan Bajo–Terang–Pelabuhan Bari–Kedindi. Jalur ini diharapkan tidak hanya mempercepat mobilitas warga, tetapi juga memperkuat akses menuju destinasi pariwisata di Labuan Bajo, yang selama ini masih bergantung pada satu jalur utama.