Nagekeo Cetak Tenaga Terampil Lewat Pelatihan Konstruksi Baja Ringan
- Sevrin Waja
Nagekeo, NTTVIVA- Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker) Kabupaten Nagekeo menggelar pelatihan konstruksi baja ringan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di dunia kerja yang terus berkembang.
Kepala Dinas Transnaker Nagekeo Petrus Aurelius Asan melalui Kepala Bidang Pelatihan Kerja, Produktivitas, dan Penempatan Tenaga Kerja, Abdul Munir, mengatakan perkembangan teknologi konstruksi saat ini berlangsung sangat pesat.
Penggunaan rangka baja ringan kini telah menjadi standar baru yang mulai menggantikan material kayu pada berbagai jenis bangunan.
Menurutnya, tingginya permintaan pasar terhadap tenaga kerja yang memiliki keahlian di bidang pemasangan baja ringan harus diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki sertifikasi.
"Melalui pelatihan ini kami ingin mencetak tenaga kerja lokal yang terampil, mandiri, memiliki daya saing tinggi, serta siap diserap oleh pasar kerja," ujar Munir saat membuka pelatihan di Hotel Sinar Kasih, Selasa 28 Juli 2026.
Pelatihan tersebut menghadirkan satu instruktur dari Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan berlangsung selama 14 hari dengan total 112 jam pelajaran.
"Materi pelatihan terdiri atas 20 persen teori dan 80 persen praktik. Pada sesi teori, peserta dibekali kemampuan membaca gambar kerja, menghitung kebutuhan material, serta memahami aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Sementara pada sesi praktik, peserta dilatih melakukan pemotongan material, perakitan hingga pemasangan rangka baja ringan di lapangan.
Seluruh biaya pelaksanaan pelatihan dibebankan pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Nagekeo Tahun Anggaran 2026.
Instruktur dari Satpel, Kupang, Zuen Nau, menjelaskan pelatihan dirancang berbasis masyarakat sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teori, tetapi juga pengalaman praktik secara langsung.
"Pada awal pelatihan peserta diberikan materi umum, mulai dari K3, penggunaan alat dan bahan, prosedur pelaksanaan pekerjaan hingga cara menyelesaikan pekerjaan dengan benar," katanya.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan konstruksi baja ringan, karakteristik material, proses pembentukannya, hingga berbagai bidang konstruksi yang dapat memanfaatkan baja ringan.
Ia menambahkan, peserta akan mempelajari teknik penyusunan struktur agar rangka baja ringan memiliki kekuatan dan daya tahan yang optimal. Meski lebih ringan dibandingkan kayu, kualitas konstruksi sangat bergantung pada ketepatan metode pemasangan sesuai prosedur.