FAPE-PS NTT: Bantuan Rp5,6 Juta per Hektare Jadi Jalan Entaskan Kemiskinan lewat Perhutanan Sosial
- Mario Langun
Kupang, NTT ViVa– Program Fasilitasi Agroforestri Pangan dan Energi Perhutanan Sosial (FAPE-PS) menjadi salah satu program strategis pemerintah pusat untuk menekan angka kemiskinan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Melalui program ini, masyarakat pengelola kawasan perhutanan sosial memperoleh akses legal atas lahan sekaligus dukungan produktif senilai miliaran rupiah, mulai dari bibit unggul, sarana produksi, pendampingan, hingga akses pasar.
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, menegaskan FAPE-PS merupakan bentuk nyata kehadiran negara membantu masyarakat NTT meningkatkan kesejahteraan lewat sektor kehutanan yang produktif.
"Program FAPE-PS ini merupakan salah satu ikhtiar pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di NTT. Negara hadir memberikan program kepada masyarakat agar lahan yang mereka kelola bisa menjadi sumber penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujar Usman, Kamis (30/7/2026).
Anggaran Rp5,6 Juta per Hektare, Bukan dalam Bentuk Tunai
Usman menjelaskan, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5,6 juta untuk setiap hektare lahan yang masuk program FAPE-PS. Bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan diwujudkan sebagai kebutuhan produktif seperti bibit tanaman kayu berkualitas, bibit tanaman pangan (jagung, padi, maupun pangan lokal sesuai karakteristik daerah), alat penunjang kegiatan, biaya pembersihan lahan, serta pendampingan kepada kelompok masyarakat.
Pada 2026, program FAPE-PS menyasar lahan seluas 1.336 hektare di NTT yang dikelola sekitar 40 kelompok perhutanan sosial.
"Kalau satu hektare mendapatkan sekitar Rp5,6 juta, maka untuk luasan sekitar 1.336 hektare nilai program yang masuk ke masyarakat mencapai miliaran rupiah. Ini bukan angka yang kecil. Yang paling penting adalah masyarakat benar-benar memanfaatkan program ini agar lahannya produktif dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga," katanya.
Menurut Usman, keberhasilan FAPE-PS tidak hanya diukur dari luas lahan yang ditanami, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
"Kalau kelompok berhasil mengelola lahannya dengan baik, hasil panennya meningkat, pendapatannya naik, maka tujuan utama program ini tercapai. Kita ingin masyarakat semakin mandiri dan kemiskinan di NTT terus berkurang," ujarnya.
Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, Usman menegaskan akan terus mengawal agar program-program pemerintah pusat semakin banyak menjangkau masyarakat NTT.