Christo Mbura Juara 1 Inovasi Jus Pepaya Hijau Perdana di Dunia, Injeksi Creative Center Cetak Inovator Muda NTT
- Mario Langun
Kupang, NTT ViVa– Sebuah inovasi berbasis pangan lokal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil mencuri perhatian. Melalui pendampingan Injeksi Creative Center, empat mahasiswa Program Studi D-III Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang sukses mengembangkan Jus Pepaya Hijau berbahan dasar buah pepaya mentah yang diyakini menjadi inovasi perdana di dunia.
Puncak kompetisi sekaligus penobatan juara berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Injeksi Creative Center, Kota Kupang. Pada ajang tersebut, para finalis mendemonstrasikan proses pembuatan Jus Pepaya Hijau di hadapan tim juri dengan penilaian meliputi kecepatan, higienitas, sanitasi, cita rasa, tekstur, kandungan serat, hingga penyajian.
Dari empat finalis yang tampil, Christo Dwi Mahendra Mbura berhasil meraih Juara I. Mahasiswa Semester V Program Studi D-III Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang asal Tuapukan yang besar di Amfoang Barat Daya itu dinilai mampu menghadirkan racikan terbaik serta memiliki potensi paling besar untuk dikembangkan menjadi produk komersial.
Kompetisi tersebut merupakan tindak lanjut dari Seminar Kewirausahaan yang digelar di Poltekkes Kemenkes Kupang pada 9 Juli 2026, dengan menghadirkan Direktur Utama Injeksi Creative Center, Jeksi Siokain, sebagai narasumber. Dalam seminar tersebut, mahasiswa tidak hanya diajak menyusun konsep bisnis, tetapi juga ditantang mewujudkan sebuah inovasi nyata berbasis pangan lokal.
Christo mengaku proses menciptakan Jus Pepaya Hijau tidaklah mudah. Ia harus melakukan berbagai percobaan untuk menemukan komposisi terbaik agar rasa khas pepaya mentah tetap nikmat dikonsumsi.
"Saya mencoba satu per satu variannya. Pepayanya juga saya rebus terlebih dahulu supaya getahnya hilang sehingga rasanya lebih enak saat dijadikan jus," ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh proses bermula setelah mengikuti seminar kewirausahaan yang menghadirkan Jeksi Siokain sebagai pemateri. Dari seminar tersebut, para mahasiswa mendapat tantangan untuk mengembangkan ide menjadi sebuah produk yang siap dipresentasikan.
"Setelah seminar itu kami dihubungi tim Injeksi untuk mengikuti tantangan. Akhirnya terpilih empat orang yang tampil hari ini dan saya bersyukur bisa menjadi juara," katanya.
Menurut Christo, gagasan memanfaatkan pepaya hijau menjadi minuman kekinian merupakan ide yang unik karena mengangkat komoditas lokal yang selama ini sering dipandang sebelah mata.