PMKRI Ruteng Apresiasi Suksesnya Kongres XXXIII dan MPA XXXII
- Ist
Manggarai, NTT VIVA– DPC PMKRI Cabang Ruteng Sanctus Agustinus menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan atas suksesnya Kongres XXXIII dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXII PMKRI. Forum nasional ini berlangsung di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur 19-28 Juli 2026.
Penetapan Ruteng sebagai tuan rumah bukan agenda rutin dua tahunan biasa. Ini adalah wujud tanggung jawab sejarah sekaligus komitmen membina kader muda Katolik untuk mengasah ketajaman gagasan dan kepemimpinan di tengah dinamika kebangsaan.
Ruang sidang bergemuruh. Argumen saling beradu, ideologi saling berbenturan tapi, itulah wajah asli PMKRI. Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Ruteng ini menegaskan, dialektika dan perdebatan yang mewarnai persidangan adalah cerminan organisasi kader yang independen dan kritis.
Baginya, beda pandangan bukan tanda retak. Justru itu ujian kedewasaan berorganisasi.
"Atas nama DPC PMKRI Cabang Ruteng, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan mendalam kepada Pemerintah, Gereja, senior-alumni, para donatur, serta seluruh masyarakat Manggarai yang telah menyambut ribuan kader dari seluruh Nusantara dengan kehangatan dan rasa persaudaraan," ucap Kartika.
Keberhasilan mengawal perhelatan nasional ini, katanya, tak lepas dari kearifan lokal Manggarai. Nilai budaya itu menjadi fondasi yang merajut persaudaraan di antara utusan dari Sabang sampai Merauke.
"PMKRI hidup dari keberanian berpikir dan independensi sikap. Dinamika yang terjadi di ruang sidang adalah laboratorium politik bagi kader untuk menguji rasionalitas serta etika kepemimpinan," tambahnya.
Sinergi Pengamanan dan Tata Kelola Kegiatan
Ketua Panitia Pelaksana Kongres dan MPA PMKRI 2026, Irenius Asin, menyebut kuncinya ada di sinergi lintas sektor. Mengelola ribuan peserta dengan dinamika tinggi butuh ketahanan manajemen dan komunikasi publik yang matang.
"Kami memberikan apresiasi tinggi kepada pihak keamanan, khususnya Polres Manggarai dan Dandim 1612/Manggarai, yang mengedepankan pendekatan persuasif, terukur, dan profesional dalam mengawal seluruh rangkaian agenda sehingga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," ujarnya.
Di balik panggung, ada tangan-tangan yang tak terlihat. Iren menyoroti dedikasi tanpa lelah dari panitia lokal dan senior alumni serta peran pers yang menjaga liputan tetap objektif.