Warga Aesesa Selatan Rebutan Air dengan Ternak, Di Mana Peran Kristian Garo?
- Sevrin Waja
Nagekeo, NTTVIVA- Puluhan tahun, warga Kampung Wololuba, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, NTT belum menikmati air bersih dari pipa milik PDAM. Warga terpaksa mengonsumsi air yang berasal dari embung, meski kondisi sumber air tersebut tidak layak karena telah bercampur dengan kotoran hewan.
Warga Kampung Wololuba, Bruno Uku, mengatakan, krisis air bersih telah terjadi sejak puluhan tahun. Hingga saat ini, warga setempat belum menikmati air bersih dari saluran pipa PDAM. Warga hanya bergantung pada sumber air yang berasal dari embung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Sejak Kabupaten Nagekeo pisah dengan kabupaten Ngada, kami masyarakat disini belum menikmati bersih. Kami terpaksa ambil air dari embung ini. Karena air embung ini satu satunya sumber air yang dapat kami gunakan karena tidak ada sumber air yang lain," ungkap dia.
Sumber air embung yang dimanfaatkan warga terlihat sangat kotor dan tidak layak untuk dikonsumsi manusia. Bahkan, sumber air tersebut juga menjadi tempat ternak warga mencari minum. Warga harus berebutan dengan hewan untuk mendapatkan air.
Air embung yang digunakan warga telah tercampur dengan kotoran hewan seperti sapi, kerbau, kambing, dan hewan lainnya.
"Kalau ada hewan, kami harus kejar hewan dulu, sebelum ambil air. Setiap pagi, siang dan juga sore warga harus berebutan dengan hewan. Air ini memang sudah campur dengan kotoran sapi, kerbau dan hewan lainnya," jelas dia.
Ketika musim hujan, tambah dia, warga selain menggunakan air embung juga mengonsumsi air hujan yang ditampung pada bak-bak penampungan. Air tersebut memang sedikit lebih bersih, namun secara kesehatan juga belum layak untuk dikonsumsi.
"Air embung dan air hujan kami gunakan untuk masak, cuci dan mandi. Karena tidak ada sumber air lagi yang menjadi andalan warga. Kami minta perhatian pemerintah agar segera memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih. Kami juga bayar pajak untuk negara tetapi kenapa kami seperti tidak diperhatikan oleh pemerintah?" ujar dia.
Di tengah persoalan krisis air bersih yang masih dialami warga Aesesa Selatan, perhatian masyarakat juga tertuju pada peran wakil rakyat asal wilayah tersebut.