dr. Benny C. Sihombing Mundur dari RSUD Ruteng usai Komentar Nirempati ke Pasien BPJS Yurizal yang Telah Meninggal Dunia
- Ist
Manggarai, NTT ViVa–Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur mengonfirmasi telah menerima surat pengunduran diri dr. Benny C. Sihombing pada Jumat (7/8/2026). Surat tersebut diterima langsung oleh Kepala Bagian Tata Usaha (KTU) RSUD Ruteng.
Dalam suratnya, dr. Benny mengajukan permohonan mundur dari posisinya sebagai dokter umum terhitung sejak 6 Agustus 2026. Pihak rumah sakit menyatakan telah menyetujui permohonan tersebut.
"Terhitung sejak hari ini, kami menegaskan bahwa dr. Benny C. Sihombing tidak lagi bekerja di RSUD Ruteng," demikian dikutip dari pernyataan resmi manajemen RSUD Ruteng, Jumat malam (7/8/2026).
Pengunduran diri ini muncul di tengah polemik yang belakangan viral di media sosial. Manajemen RSUD Ruteng berharap persoalan tersebut tidak berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.
Pihak rumah sakit juga menegaskan komitmennya untuk terus mendengarkan keluhan publik dan meningkatkan kualitas pelayanan di tengah keterbatasan yang ada. "Kritikan dan saran yang santun dan membangun sangat diperlukan untuk pembenahan internal," tulis manajemen dalam keterangannya.
dr. Benny merupakan tenaga non-ASN yang menerima gaji melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Ruteng. Ia telah bekerja di rumah sakit tersebut selama kurang lebih dua tahun dan mulai bertugas sebagai dokter umum sejak November 2024.
Berawal dari Komentar di Threads
Polemik ini bermula pada 22 Juli 2026, ketika Yurizal Tri Chaerawan (29), pria asal Bogor yang dikenal aktif sebagai pembawa acara (MC) pernikahan, mengunggah keluhan melalui akun Threads pribadinya, @yurizaltrich. Dalam unggahan itu, ia menceritakan sudah menunggu sekitar delapan jam namun belum juga mendapatkan ruang rawat inap di sebuah rumah sakit.
Yurizal sengaja tidak membuka identitas rumah sakit tempatnya berobat. Ia menulis:
"8 jam belum dapat ruangan. Gamau spill RS-nya, soalnya gue pake BPJS."
Alih-alih mendapat simpati, keluhannya sebagai pasien BPJS justru dibalas dengan sejumlah komentar bernada merendahkan dari beberapa akun yang diduga milik dokter dan tenaga kesehatan (nakes), termasuk akun yang diduga milik dr. Benny Christian Sihombing.
Akun @bennychrstn yang diketahui milik dr. Benny menulis di Threads pada utas @yurizaltrich: