Mbay Menatap Langit PON XXII 2028, Nagekeo Siap Jadi Tuan Rumah Paramotor
- Sevrin Waja
Nagekeo, NTTVIVA- bay dinilai memiliki kondisi geografis yang mendukung olahraga kedirgantaraan. Jika ditetapkan sebagai venue, sekitar 300 atlet, juri, dan pendamping dari berbagai daerah berpotensi menginap dan beraktivitas di Mbay selama penyelenggaraan.
Langit Mbay berpeluang menjadi panggung olahraga kedirgantaraan nasional. Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah cabang olahraga paramotor pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Nagekeo dan Pengurus Daerah Paramotor Provinsi NTT di Rumah Jabatan Wakil Bupati Nagekeo, Sabtu (8/8/2026).
Ketua Umum KONI Kabupaten Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, mengatakan Nagekeo optimistis mampu memenuhi persyaratan sebagai tuan rumah setelah mendapat pemaparan mengenai standar dan kriteria penyelenggaraan olahraga paramotor.
“Setelah mendengar pemaparan pengurus olahraga paramotor Provinsi NTT tentang syarat dan kriteria kelayakan penyelenggaraan olahraga kedirgantaraan tersebut, kami optimis Kabupaten Nagekeo mampu menjadi tuan rumah iven nasional tersebut,” ujar Gonzalo.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari penunjukan Kabupaten Nagekeo bersama 14 kabupaten/kota lainnya di Provinsi NTT sebagai daerah yang dipersiapkan menjadi tuan rumah PON XXII 2028.
Sebagai langkah awal, Tim KONI Pusat bersama Technical Delegate dari Komite Paramotor Indonesia dijadwalkan melakukan visitasi ke Mbay pada akhir Agustus 2026. Tim akan melakukan survei secara langsung untuk melihat kesiapan dan kelayakan venue yang diusulkan sebagai lokasi perlombaan paramotor.
Mbay Punya Keunggulan
Ketua Komite Paramotor Provinsi NTT, Brigjen (Purn) Embu Agapitus, menilai Mbay memiliki sejumlah keunggulan untuk menjadi venue paramotor tingkat nasional.
Pria yang akrab disapa Epi Embu itu mengatakan lokasi yang dipersiapkan relatif bebas dari area penerbangan domestik maupun internasional.
Selain itu, radius take off dan landing dinilai memiliki hambatan yang minim karena tidak banyak pepohonan, gedung maupun tower.
“Mbay sangat layak karena beberapa alasan seperti bebas dari area penerbangan domestik maupun internasional, radius take off dan landing juga zero hambatan karena tidak banyak pohon, gedung ataupun tower. Lokasi venue juga sangat luas dan tempat alternatif pendaratan juga banyak,” terang Epi Embu.