Wabup Nagekeo: Kolaborasi Perlindungan Perempuan dan Anak Harus Berujung Aksi
- Sevrin Waja
Nagekeo, NTTVIVA- Wakil Bupati Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) Gonzalo Muga Sada, menegaskan perlindungan perempuan dan anak membutuhkan kerja kolaboratif antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil dan berbagai pemangku kepentingan.
Hal itu disampaikan Gonzalo dalam kegiatan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Nagekeo bersama Yayasan Plan International Indonesia di Aula Perpustakaan Daerah Kabupaten Nagekeo, Senin (10/8/2026).
Gonzalo mengatakan terdapat sekitar 20 lembaga swadaya masyarakat yang beraktivitas di Kabupaten Nagekeo. Keberadaan lembaga tersebut, menurut dia, merupakan potensi yang perlu dikelola melalui kerja bersama.
Gonzalo menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan upaya menyelesaikan persoalan masyarakat. “Efisiensi bukan menjadi tameng untuk kita tidak melakukan apa-apa,” tegas Gonzalo.
Pembangunan kata Gonzalo, tidak boleh hanya berorientasi pada ketersediaan uang. Menurutnya, banyak persoalan dapat diatasi melalui kerja sama dan gotong royong dengan melahirkan gagasan konkret.
“Mindset kita bukan hanya soal uang. Kita perlu kerja sama, gotong royong. Lahirkan saja ide dan gagasan, urusan uang biarkan kami para pimpinan,” ujarnya.
Gonzalo menilai persoalan perempuan dan anak tidak dapat menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Berbagai persoalan yang dialami kelompok rentan sering kali berkaitan dengan persoalan sosial dan kebutuhan dasar lainnya.
Ia mencontohkan kondisi seorang anak perempuan yang mengalami kehamilan dan kemudian merasa takut mengambil air karena tekanan sosial dari lingkungan.
“Seharusnya kita mengambil peran untuk mengatasi masalah tersebut, bukan malah menyandera dan melahirkan masalah baru,” katanya.
Perubahan Mindset Penanganan Stunting
Gonzalo juga menyoroti cara pandang masyarakat terhadap anak. Ia menemukan adanya anggapan di salah satu desa bahwa anak yang sudah bekerja dianggap sudah menjadi manusia, sementara anak yang belum bekerja dianggap belum menjadi manusia.
Menurutnya, pola pikir tersebut perlu diubah karena dapat memengaruhi perlakuan keluarga terhadap anak dan masa depan mereka. “Ini yang perlu kita perangi,” tegasnya.
Sebagai Ketua Tim Penanggulangan Stunting Kabupaten Nagekeo, Gonzalo juga menekankan pentingnya mengukur keberhasilan program berdasarkan dampaknya terhadap masyarakat.
Lebih jauh politikus PAN ini mengatakan program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) harus memberikan dampak nyata, terutama bagi ibu hamil dan anak yang mengalami stunting. “Kalau memang angkanya tidak menurun, maka perlu dicek apa yang salah,” ujarnya.