Korban Tolak Damai, Polres Matim Lanjutkan Penyelidikan Kasus Pengeroyokan di Rana Mese Congkar
- Istimewa
Manggarai Timur, NTT ViVa– Kepolisian Resor Manggarai Timur (Polres Matim) memastikan penyelidikan kasus dugaan pengeroyokan terhadap warga Desa Rana Mese, Kecamatan Congkar, Lodovikus ‘Lofi’ Sandur (24), tetap berjalan meski pihak terlapor sempat mengajukan tawaran damai yang pada akhirnya ditolak korban.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri, mengatakan pihaknya akan terus mendalami perkara tersebut sesuai prosedur yang berlaku. Ia berharap ada titik terang dalam penanganan kasus ini ke depan. Pernyataan itu disampaikan melalui pesan WhatsApp, Selasa, 11 Agustus 2026.
“Kami coba tetap lakukan upaya lidik sesuai ketentuan. Dan mudah-mudahan ada solusi untuk ke depan,” kata Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Tawaran Damai Ditolak
Upaya damai itu mengemuka dalam pemeriksaan lanjutan di Polres Manggarai Timur pada Senin, 10 Agustus 2026. Kuasa hukum korban, Maximilian Satura, mengungkapkan bahwa kuasa hukum para terlapor secara langsung mengajukan permintaan berdamai dalam pertemuan tersebut.
“Tadi kuasa hukum para terlapor meminta untuk berdamai. Saya bilang, saya tidak bisa memberi keputusan menerima atau menolak. Tergantung korban,” kata kuasa hukum korban, Maximilian Satura, Senin siang.
Maxi mengaku tidak bisa memutuskan sendiri permintaan itu karena keputusan sepenuhnya berada di tangan korban. Ia kemudian berkoordinasi dengan Lofi dan keluarganya sebelum akhirnya memperoleh jawaban, menolak.
“Saya sudah dapat konfirmasi, Lofi dan keluarganya tidak bersedia untuk damai,” kata Maxi.
Menurut Maxi, keputusan korban dan keluarganya itu telah disampaikan kepada penyidik maupun kuasa hukum para terlapor.
Kronologi Peristiwa yang Dilaporkan sejak November 2025
Lofi melaporkan kasus ini ke Polres Manggarai Timur pada 19 November 2025, tiga hari setelah peristiwa yang ia yakini sebagai aksi pengeroyokan terhadap dirinya. Ia menyebut enam orang terlibat dalam kejadian tersebut, yakni Efan, Fendi, Irno, Servas, Auri, dan Ten.
Berdasarkan penuturan Lofi, rangkaian peristiwa bermula pada Sabtu malam, 16 November 2025, saat ia menghadiri acara syukuran komuni pertama di Kampung Liur, sekitar dua kilometer dari Kampung Wangkar. Berikut rangkaian kejadian yang ia sampaikan: