Dulu Menolak Job karena Tak Bisa Konstruksi Baja Ringan, Kini Kristianus Berani Ambil Pekerjaan

Peserta pelatihan konstruksi baja ringan Kristianus Mere
Sumber :
  • Sevrin Waja

Nagekeo, NTTVIVA- Kristianus Mere (45) tahu rasanya kehilangan momentum pekerjaan kontraksi bangunan hanya karena satu keterampilan yang belum ia miliki.

img_title Penyintas Gempa Menanti Bantuan, Pemda Nagekeo Dinilai 'Lelet'

Selama bertahun-tahun menjadi tukang bangunan kayu, warga Kolikapa, Kelurahan Mbay 1, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo itu terbiasa mendapatkan job.

Namun ketika pekerjaan membutuhkan konstruksi baja ringan, ia tak bisa berbuat banyak, dan terpaksa harus menolak.

img_title TBIG Bekali 60 Siswa SMK Keterampilan Maintenance Infrastruktur Telekomunikasi

“Selama ini kita ditolak, karena tidak memiliki kemampuan dan keahlian mengerjakan baja ringan. Hanya bisa bangunan kayu,” ujar Kristianus di sela penutupan pelatihan konstruksi baja ringan do Kantor Dinas Transnaker Nagekeo, Rabu 11 Agustus 2026.

Kini situasinya mulai berubah.

img_title Kepemimpinan Dominggus Biu Dore Antarkan Desa Aeramo Raih Jamsostek Award Tingkat Provinsi

Selama 12 hari mengikuti Pelatihan Konstruksi Baja Ringan yang digelar Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Nagekeo, Kristianus belajar sesuatu yang sebelumnya sama sekali belum dikuasainya.

Pria 45 tahun itu bahkan dipercaya menjadi ketua peserta selama pelatihan.

Sebagai tukang bangunan kayu, ia mengaku belum pernah berurusan dengan pekerjaan konstruksi baja ringan. Karena itu, setiap tahapan menjadi pengalaman baru, mulai dari mengenal material, melakukan pengukuran, pemotongan hingga pemasangan.

Di antara seluruh proses tersebut, pengukuran menjadi bagian yang paling rumit baginya.

“Pengukuran tahapan yang paling rumit,” ujarnya.

Ia juga mulai terbiasa menggunakan peralatan seperti bor, gerinda dan gunting baja ringan. Peralatan yang sebelumnya tidak menjadi bagian dari pekerjaan sehari-harinya kini justru menjadi bekal baru.

Kristianus mengetahui informasi pelatihan tersebut dari media. Ia kemudian mendaftar dengan melengkapi persyaratan berupa ijazah terakhir, KTP dan Kartu Keluarga.

Lulusan SMA itu berharap keterampilan baru tersebut membuat dirinya tidak lagi terbatas pada pekerjaan konstruksi kayu.

Selama ini, ia bekerja sebagai tukang bangunan kayu untuk menghidupi keluarganya. Ia memiliki empat anak. Dua anak duduk di bangku SMA, sedangkan dua lainnya masih SMP. "Memang selama ini tukang, tapi fokus di bangunan kayu"katanya.

Karena itu, kemampuan mengerjakan baja ringan bukan sekadar tambahan keterampilan bagi Kristianus. Baginya, ini adalah peluang untuk memperluas pekerjaan dan penghasilan. "Kalau sekarang sudah pasti tidak tolak lagi, karena memang untuk bangunan sekarang kan sudah banyak yang pakai baja ringan" akunya.

Halaman Selanjutnya
img_title