Gempa Flores, 13 Orang Meninggal dan Lebih dari 100 Fasilitas Pendidikan Rusak di Manggarai Timur

Kerusakan rumah di Manggarai Timur akibat gempa
Sumber :
  • Rosis Adir

Manggarai Timur, NTT ViVa  – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, masih melakukan pendataan dan penanganan darurat setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

img_title Pasca Gempa dan Erupsi, Bandara Mbay Dinilai Penting untuk Flores

Hingga Sabtu sore, pemerintah daerah mencatat 13 orang meninggal dunia. Selain korban jiwa, lebih dari 100 fasilitas pendidikan dilaporkan mengalami kerusakan. Kerusakan juga terjadi pada sembilan puskesmas dan satu rumah sakit.

Sekretaris Daerah Manggarai Timur, Winsensius Tala, mengatakan pemerintah daerah saat ini memprioritaskan pendataan dampak bencana sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera ditangani.

img_title Himpaudi NTT Kunjungi Guru PAUD Korban Gempa Manggarai Timur, Kondisi Dilaporkan ke Pusat

“Masyarakat diimbau tetap waspada dan jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya. Kami akan selalu update perkembangan terbaru,” kata Winsensius dalam konferensi pers setelah apel Siaga Bencana di Lehong, Pusat Pemerintahan Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu sore.

Menurut dia, Pemkab Manggarai Timur telah membentuk tim tanggap darurat bencana. Pemerintah juga membuka tiga posko untuk memudahkan koordinasi penanganan dan pendataan korban.

img_title Saat Bumi Berguncang, Menara TBIG Menjaga Flores Tetap Terhubung

Ketiga posko tersebut berada di Polres Manggarai Timur di Borong, Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, dan Pota, Kecamatan Sambi Rampas.

Winsensius mengatakan pendataan korban dan kerusakan hingga kini belum berjalan maksimal karena jaringan internet dan sinyal telepon di sejumlah wilayah terdampak mengalami gangguan.

“Kendala utama kita adalah jaringan internet dan sinyal telepon yang terganggu, sehingga pendataan korban agak lambat,” ujarnya.

Ia mengatakan tim tanggap darurat akan mulai bergerak ke sejumlah lokasi terdampak pada Minggu, 16 Agustus 2026. Tim tersebut akan melakukan pendataan sekaligus membawa bantuan untuk kebutuhan darurat masyarakat.

Selain bantuan logistik, pemerintah juga menyiapkan layanan kesehatan bagi warga yang terdampak gempa.

“Dari RSUD Borong ada beberapa dokter dan nakes yang akan mengantar obat-obatan dan pemeriksaan kesehatan,” kata Winsensius.

Warga Panik

Gempa yang mengguncang Flores pada Sabtu pagi sebelumnya telah menimbulkan kepanikan di sejumlah wilayah Manggarai Timur.

Warga di pesisir Borong, ibukota Manggarai Timur mengungsi ke tempat-tempat terbuka dan dataran tinggi hingga Sabtu sore.

“Kami panik karena baru mengalami kejadian gempa sebesar ini,” kata Nestoria Elbudi (37), salah satu warga Borong.

Halaman Selanjutnya
img_title