RSUD Aeramo Rusak Parah, Puluhan Pasien Bertahan di Tenda Darurat TNI AD
- Sevrin Waja
Nagekeo, NTTVIVA- Enam tenda darurat berdiri di halaman kompleks RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Di bawah tenda-tenda itu, pelayanan kesehatan tetap berjalan meski bangunan utama rumah sakit mengalami kerusakan akibat gempa dahsyat yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi.
Suasana rumah sakit berubah menjadi ruang pelayanan darurat. Pasien yang sebelumnya menjalani perawatan di ruang rawat inap, IGD hingga penyakit dalam harus dievakuasi keluar dari bangunan dan dipindahkan ke tenda-tenda yang didirikan di halaman rumah sakit.
Pantauan di dalam kompleks rumah sakit menunjukkan kerusakan terjadi di sejumlah bagian bangunan. Tembok-tembok terlihat retak, beberapa plafon jebol, sementara kabel listrik terputus dan sejumlah bagian ruangan mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut membuat aktivitas pelayanan di dalam gedung tidak lagi aman. Pasien dan tenaga medis terpaksa dipindahkan ke area terbuka untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Di tengah situasi darurat itu, ratusan personel TNI bergerak membantu proses evakuasi. Prajurit membopong pasien yang tidak mampu berjalan, memindahkan tabung gas, mengangkat kabel dan perlengkapan lainnya bersama tenaga medis.
Gerakan para prajurit berlangsung di bawah arahan Dandim 1625 Ngada Letkol Inf. Imam Subekti, didampingi Kapten Inf. Wahyudin, Dankima Denma Brigif TP 42 Ksatria Elang Flores.
Sebelum mengerahkan pasukan ke RSUD Aeramo, kata Imam, pihaknya terlebih dahulu melakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih tinggi setelah menerima informasi mengenai potensi gempa susulan.
"Pasca terjadinya bencana, upaya pertama yang kami lakukan adalah mengevakuasi warga ke tempat yang lebih tinggi. Langkah tersebut dilakukan setelah adanya informasi dari pihak berwenang mengenai potensi terjadinya gempa susulan," ujar Letkol Imam Subekti saat ditemui di RSUD Aeramo, Minggu, 16 Agustus 2026 pagi.
Setelah kondisi tersebut dinyatakan aman, pihaknya menerima laporan dari Babinsa mengenai kerusakan bangunan RSUD Aeramo. TNI AD kemudian segera mengerahkan personel untuk membantu mengevakuasi pasien keluar dari ruangan.
Langkah itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi gempa susulan sekaligus memastikan pasien tetap mendapatkan pelayanan medis meski berada di luar gedung.