Selain Makanan, Pengungsi di Podium Gereja Aeramo Butuh Selimut hingga Obat-obatan

Ratusan pengungsi akibat gempa berteduh di podium Gereja Aeramo
Sumber :
  • Sevrin Waja

Nagekeo , NTTVIVA- Lebih dari 100 warga Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih bertahan di podium Paroki Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo.

img_title Menembus Jejak Gempa: Menjaga Nadi Energi Flores Tetap Mengalir

Tikar dan kasur tipis yang digelar seadanya telah digelar menjadi tempat beristirahat, sementara anak-anak bermain dan sebagian lainnya mulai berbaring.

Mereka belum berani pulang karena gempa susulan masih terjadi dan trauma membuat rumah belum terasa aman.

img_title Status Tanggap Darurat Gempa Flores di Manggarai Timur Diperpanjang, Pengungsi Berkurang

Warga sebenarnya ingin kembali ke rumah, tetapi setiap getaran membuat rasa cemas kembali muncul. 

"Takut mau pulang masih gempa ini, biar kami di sini saja dulu" ujar Nijma salah satu ibu rumah tangga saat ditemui, Minggu 16 Agustus 2026 sore.

img_title Nonton Bersama Jadi Ruang Pemulihan Anak Pengungsi Pascagempa Nagekeo

Karena itu, podium gereja menjadi tempat berlindung sementara hingga mereka merasa cukup aman untuk pulang. Di tempat pengungsian itu, kebutuhan dasar mulai dirasakan. 

Makanan, selimut, dan obat-obatan menjadi kebutuhan yang mereka harapkan. "Untuk bantuan tadi sudah ada yang datang antar, ada beras dan bahasmn sembako lain" ujarnya.

Bantuan berupa makanan dan beras memang sudah datang, tetapi belum sepenuhnya menjawab kebutuhan para pengungsi. Untuk memenuhi kebutuhan makan, warga memasak bersama di dapur Paroki. 

Di tengah keterbatasan, mereka saling berbagi tugas ada yang menyiapkan bahan makanan, memasak, hingga membagikan makanan kepada keluarga dan anak-anak.

Di samping kebutuhan darurat, berupa pasokan bahan makanan, pengungsi di podium Paroki Aeramo juga membutuhkan bantuan lain berupa selimut dan obat-obatan. "Iya Om, hanya tidur di lantai, yang paling kami butuh sekarang selimut" ujar Nani ibu rumah tangga lainya.

Selain kebutuhan sandang, pangan, dan papan, para pengungsi juga mengaku membutuhkan pasokan obat-obatan, terutama untuk anak-anak mereka yang mulai mengalami keluhan kesehatan akibat kondisi pengungsian.