Penyintas Gempa Menanti Bantuan, Pemda Nagekeo Dinilai 'Lelet'
- Sevrin Waja
Nagekeo , NTTVIVA- Sejumlah warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, mengeluhkan lambannya penanganan pemerintah daerah terhadap para penyintas yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda darurat maupun halaman rumah.
Warga menyebut, hingga Minggu (16/8/2026), sejumlah lokasi pengungsian mandiri belum mendapat kunjungan langsung dari pejabat Pemerintah Kabupaten Nagekeo terutama Bupati. Bahkan, pendataan terhadap warga terdampak dan kebutuhan mereka disebut belum dilakukan secara menyeluruh.
"Jangankan bantuan, infomasi resmi dari Bupati, kita ini mau bagaimana-bagaimana tidak ada sama sekali, bahkan informasi untuk perkembangan bencana setelah gempa saja baru koar-koar ketika masyarakat kemakan Hoax" ujar warga Desa Aeramo dengan nada kesal.
Dalam kondisi serba sulit, sebagian penyintas harus bertahan dengan keterbatasan kebutuhan dasar. Persoalan paling mendesak yang dirasakan warga adalah ketersediaan air bersih. "Bupati saja sampai detik ini belum ada kasi pernyataan apa-apa ke media, penanganannya bagiamana, masyarakat dibiarkan sendiri" katanya.
Padahal, di sejumlah titik pengungsian, warga mengaku mulai kesulitan mendapatkan air untuk minum, memasak, mandi, maupun kebutuhan sehari-hari lainnya. "Kami masih bertahan di tenda. Air bersih susah, makanan juga kami butuhkan. Kami berharap pemerintah segera datang melihat kondisi kami," keluh seorang warga.
Selain air bersih, warga juga berharap adanya bantuan makanan yang bisa langsung dikonsumsi. Situasi darurat membuat sebagian pengungsi kesulitan memasak karena keterbatasan peralatan, bahan makanan, maupun akses terhadap air.
Warga menilai pemerintah daerah semestinya bergerak cepat melakukan pendataan dari satu lokasi pengungsian ke lokasi lainnya. Pendataan dinilai penting agar bantuan tidak hanya menunggu laporan, tetapi dapat disalurkan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. "Pemda Lelet sekali urus masyarakat di situasi seperti ini" ujar warga.
Keluhan warga juga muncul karena belum terlihatnya kehadiran pejabat pemerintah daerah secara langsung di sejumlah lokasi terdampak. Warga berharap pemerintah tidak hanya mengandalkan laporan dari tingkat desa atau kecamatan, tetapi turun melihat sendiri kondisi para penyintas.
"Jangan tunggu kami datang meminta. Pemerintah harus datang melihat kondisi masyarakat," kata warga lainnya.