Faskes hingga Puluhan Rumah Rusak, Warga Terluka di Pedalaman Elar Belum Mendapat Penanganan Medis
- Rosis Adir
Manggarai Timur, NTT ViVa–Sejumlah warga yang mengalami luka berat dan luka ringan akibat gempa bumi di pedalaman Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, hingga Minggu sore, 16 Agustus 2026, dilaporkan belum mendapat penanganan medis.
Di Dusun Ledu, Desa Rana Gapang, sedikitnya 18 warga dilaporkan mengalami luka akibat gempa. Tujuh orang di antaranya mengalami luka berat, sedangkan 11 lainnya mengalami luka ringan.
“Itu hasil pendataan sementara yang kami lakukan. Masih banyak yang kena luka berat tapi takut mau jalan untuk data soalnya tanah retak semua. Rumah-rumah hancur. Trauma,” kata Silfanus Nggalas, seorang warga Dusun Ledu, saat dihubungi Viva NTT melalui WhatsApp, Minggu sore.
“Warga yang luka sampai saat ini belum mendapat perawatan medis,” tambahnya.
Dusun Ledu berada di daerah pegunungan Elar, sekitar 4-5 kilometer arah selatan dari jalan Ruteng-Elar.
Akses menuju dan dari dusun tersebut masih berupa jalan telford dengan medan berbukit. Kondisi itu membuat proses evakuasi warga yang membutuhkan penanganan medis menjadi sulit.
“Kami kesulitan untuk evakuasi korban luka ke Puskesmas Elar,” katanya.
Menurut Sil, gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026, juga menyebabkan kerusakan parah di Dusun Ledu.
Sedikitnya 60 rumah warga, satu fasilitas kesehatan dan gedung sekolah dilaporkan mengalami kerusakan parah.
“Sampai saat ini tidak ada petugas medis dan utusan pemerintah kabupaten yang datang melihat kondisi kami di sini,” ujar Sil.
Pemkab Janji Tim Medis Turun
Kondisi di Dusun Ledu menjadi perhatian karena Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur sebelumnya menyatakan layanan kesehatan termasuk salah satu prioritas penanganan darurat pasca gempa.
Sekretaris Daerah Manggarai Timur, Winsensius Tala, mengatakan Pemkab telah membentuk tim tanggap darurat dan membuka tiga posko untuk memudahkan koordinasi penanganan serta pendataan korban.
Ketiga posko tersebut berada di Polres Manggarai Timur di Borong, Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, dan Pota, Kecamatan Sambi Rampas.
Winsensius sebelumnya juga mengatakan tim tanggap darurat akan mulai bergerak ke sejumlah lokasi terdampak pada Minggu, 16 Agustus 2026.