Pemuda Katolik Salurkan Bantuan untuk Penyintas Gempa, Bantu Pemulasaraan Warga Muslim
- Sevrin Waja
Nagekeo, NTTVIVA- Di tengah kepanikan dan duka akibat gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Nagekeo menunjukkan solidaritas kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Ketua Pemuda Katolik Komcab Nagekeo, Ermelinda Noh Wea, pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok, antara lain beras, minyak goreng, telur, mi instan, biskuit, air mineral, susu, kopi, dan gula.
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih terdampak gempa dan sebagian di antaranya memilih bertahan di tempat-tempat pengungsian maupun lokasi terbuka karena khawatir kembali ke rumah.
"Tidak hanya menyalurkan sembako, Pemuda Katolik Komcab Nagekeo juga menunjukkan kepedulian terhadap keluarga Mohhamad Sulaiman Goa, warga Muslim Desa Tonggurambang yang meninggal dunia setelah mengalami shock akibat gempa susulan" ujar Ermelinda, Minggu 26 Agustus malam.
Untuk mendukung proses pemulasaraan jenazah, Pemuda Katolik turut membantu menyediakan sejumlah kebutuhan, yakni kain kafan, kapas, dan formalin.
Bantuan tersebut menjadi gambaran nyata solidaritas lintas agama di tengah situasi bencana. "Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk saling membantu ketika menghadapi musibah." katanya.
Ketika satu keluarga berduka, keluarga lainnya hadir memberikan dukungan. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, solidaritas kemanusiaan menjadi kekuatan yang menyatukan.
Pemuda Katolik Komcab Nagekeo menilai bahwa bencana bukan hanya menghadirkan persoalan kemanusiaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan kepedulian antarsesama.
Di tengah kondisi masyarakat yang masih diliputi ketakutan akibat gempa dan gempa susulan, kehadiran kelompok masyarakat seperti Pemuda Katolik menjadi bagian penting dalam membangun rasa saling menguatkan. "Solidaritas itu menyampaikan pesan sederhana, gempa boleh mengguncang bumi, tetapi jangan sampai mengguncang persaudaraan" ujar Dia.
Kepedulian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dalam situasi bencana, nilai kemanusiaan berada di atas sekat perbedaan agama, suku maupun latar belakang.
Bagi warga yang terdampak, bantuan yang datang bukan hanya soal barang yang diterima, tetapi juga tentang rasa bahwa mereka tidak menghadapi bencana seorang diri.