Tak Peduli Gempa Susulan, Warga Malah Asyik Main Rolet di Pesisir Maunori

Aktivitas permainan Rolet di pesisir Maunori, Kecamatan Keotengah, Kabupaten Nagekeo
Sumber :
  • Sevrin Waja

Nagekeo, NTTVIVA- Di tengah situasi pascagempa yang masih membuat sebagian warga Kabupaten Nagekeo diliputi kecemasan, aktivitas permainan justru disebut berlangsung di kawasan pesisir Maunori, Kecamatan Keotengah.

img_title Gubernur NTT Minta Korban Gempa Didata Akurat: Jangan Ada yang Terlewatkan, Dosa Kita

Sejumlah warga terlihat berkumpul dan asyik bermain rolet dengan iming-iming hadiah rokok. Mereka tampak larut dalam permainan, seolah tidak menghiraukan ancaman gempa susulan yang masih berpotensi terjadi setelah gempa kuat mengguncang wilayah Nagekeo pada Sabtu (15/8/2026) malam.

Video amatir yang diperoleh NTTVIVA, aktivitas tersebut menjadi kontras dengan kondisi masyarakat di sejumlah wilayah lain yang memilih bertahan di ruang terbuka karena takut kembali ke rumah. 

img_title Musisi dan Pemuda Boawae Galang Rp7,9 Juta untuk Korban Gempa

"Kami ndia nua te ata (kami di sini kampung orang) buka judi rolet, sementara sebagian besar Nagekeo yang menangis akibat gempa" ujar salah satu warga Maunori kepada NTTVIVA melalui pesan WhatsApp.

Sebagian warga bahkan mendirikan tenda darurat di halaman rumah maupun mengungsi secara mandiri untuk menghindari risiko bangunan roboh jika terjadi gempa susulan. 

img_title Pemkab Nagekeo Apresiasi Bank Syariah Nasional, Harap Dukungan Tahap Pemulihan

Permainan judi rolet itu berlangsung di kawasan pesisir Maunori. Warga yang berada di lokasi tampak fokus mengikuti permainan dan memasang taruhan.

Di tengah situasi darurat bencana, aktivitas perjudian tersebut juga memunculkan keprihatinan. Ketika sebagian masyarakat membutuhkan bantuan, makanan, air bersih, obat-obatan dan tempat aman untuk mengungsi, masih ada warga yang memilih menghabiskan waktu dengan aktivitas perjudian.

Warga berharap aparat keamanan dan pemerintah daerah dapat melakukan pengawasan terhadap aktivitas perjudian, terlebih di tengah kondisi Nagekeo yang masih berada dalam situasi pascabencana. "Tolong aparat kemanan angkut dulu bandar mereka ini, tidak ada hati sama sekali" ucap warga kesal.

Selain persoalan keselamatan akibat potensi gempa susulan, aktivitas tersebut juga dikhawatirkan memperburuk kondisi sosial masyarakat yang sedang menghadapi tekanan akibat bencana.

Warga meminta agar Kapolres Nagekeo, Dandim 1625/Ngada, Komandan Batalyon TP 834 Wakanga Mere, Komandan Brigif TP 42 untuk menegur bandar agar menghentikan aktivitas itu.

Pemerintah dan aparat diharapkan tidak hanya fokus pada penanganan kerusakan fisik dan kebutuhan dasar penyintas, tetapi juga memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga selama masa tanggap darurat.