Korban Meninggal Akibat Gempa Nagekeo Jadi Enam Orang, Ribuan Rumah Rusak
- Sevrin Waja
Nagekeo , NTTVIVA- Jumlah warga Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, yang meninggal dunia akibat gempa bumi dilaporkan mencapai enam orang. Para korban meninggal dengan kondisi dan lokasi berbeda, mulai dari mengalami syok saat menyelamatkan diri hingga ditemukan meninggal dunia setelah gempa.
Data sementara mencatat enam korban meninggal dunia tersebut yakni Matrona Wona (72), warga Kelurahan Natanage Timur, Kecamatan Boawae. Ia dilaporkan mengalami syok dan panik saat gempa hingga menabrak tembok.
Korban kedua adalah Mohammad Sulaeman Goa (75), warga Tonggurambang, Kecamatan Aesesa. Ia meninggal dunia di lokasi pengungsian. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit asma.
Selanjutnya, Maria Budhe (81), warga Desa Solo, Kecamatan Boawae. Perempuan lanjut usia itu dilaporkan mengalami syok saat berupaya menyelamatkan diri ketika gempa terjadi.
Korban keempat, Rafael Nuga, warga Wolopogo, Kecamatan Boawae. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kamar mandi setelah gempa.
Korban kelima adalah Hermina Ari (70), warga Waekokak, Kecamatan Aesesa. Ia dilaporkan mengalami syok saat berlari menyelamatkan diri.
Sementara korban keenam adalah Yakobus Bajo (57). Data sementara mencatat Yakobus Bajo sebagai korban meninggal dalam rangkaian bencana gempa yang mengguncang wilayah Nagekeo.
Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan besar pada permukiman warga. Ribuan rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Kerusakan rumah paling masif didalami warga bagian utara Nagekeo mulai dari Kecamatan Aesesa hingga Wolowae.
Warga di sejumlah wilayah terdampak hingga kini masih bertahan di tenda-tenda darurat maupun tempat pengungsian karena khawatir kembali ke rumah, terutama setelah terjadinya gempa susulan.
Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga menjadi penting dilakukan secara cepat untuk memastikan bantuan, mulai dari makanan, air bersih, obat-obatan hingga kebutuhan tempat tinggal sementara, dapat segera menjangkau seluruh penyintas.
Data enam korban meninggal dan jumlah kerusakan rumah tersebut merupakan data sementara dan masih dapat berubah seiring proses verifikasi serta pendataan lanjutan oleh pemerintah dan tim penanganan bencana.