Dapur SPPG Aeramo Suplai Makanan untuk Pasien dan Penyintas Gempa di Nagekeo

Distribusi makanan dari dapur SPPG Aeramo bagi pasien di RSUD Aeramo
Sumber :
  • Sevrin Waja

Nagekeo, NTTVIVA- Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, tetap beroperasi di tengah kondisi darurat pascagempa bumi untuk memasok makanan bagi pasien di fasilitas kesehatan hingga penyintas yang berada di posko pengungsian.

img_title SPPG Manggarai Salurkan Makanan Siap Saji dan Trauma Healing bagi Korban Gempa di Dusun Lemarang

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nagekeo, Mario Molina, mengatakan operasional dapur SPPG yang masih dalam kondisi normal tetap dilanjutkan sesuai instruksi BGN.

“Dapur yang masih operasi normal tetap melaksanakan pelayanan,” ungkap Mario kepada NTTVIVA, Senin 17 Agustus 2026.

img_title Yohanes Siga: Integritas CPNS Harus Bermuara pada Pelayanan

Menurutnya, pelayanan dapur SPPG dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagekeo. Koordinasi diperlukan agar distribusi makanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan warga terdampak gempa di lapangan.

Untuk mendukung pelayanan bagi warga yang membutuhkan perawatan, SPPG Aeramo turut menyediakan makanan bagi pasien yang berada di posko pelayanan kesehatan.

img_title Gubernur NTT Minta Korban Gempa Didata Akurat: Jangan Ada yang Terlewatkan, Dosa Kita

Sebanyak 315 porsi makanan disiapkan melalui koordinasi dengan Dinas Sosial untuk kebutuhan pasien yang berada di puskesmas.

Selain pasien, pasokan makanan juga diarahkan ke sejumlah posko pengungsian penyintas gempa, termasuk posko yang berada di depan gua dan di sekitar kawasan minimarket.

“Untuk SPPG Aeramo hari ini kami salurkan 351 porsi" ujarnya.

Mario menjelaskan, secara keseluruhan pelayanan dapur SPPG yang masih beroperasi di Kabupaten Nagekeo saat ini mencakup sekitar 1.990 penerima manfaat.

Jumlah tersebut masih dapat bertambah mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat. Namun, penambahan porsi akan disesuaikan dengan kesiapan bahan baku dan tenaga yang tersedia.

“Secara keseluruhan 1.990 penerima manfaat. Disesuaikan untuk penambahan dengan kesiapan bahan baku dan kesiapan orang yang mau masak,” kata Mario.

Dua Dapur Rusak Berat

Mario mengatakan, dari seluruh dapur SPPG yang berada di Nagekeo, terdapat dua dapur yang mengalami kerusakan berat akibat gempa, yakni dapur di wilayah Mbay dan Pissa.

Karena itu, tidak seluruh dapur dapat dipaksakan beroperasi. Dapur yang kondisinya masih memungkinkan dan memiliki sumber daya yang siap akan dimaksimalkan untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat terdampak.

Pelayanan dapur SPPG tersebut direncanakan berlangsung selama lima hari kerja. Setelah itu, pihaknya masih menunggu perkembangan situasi dan arahan terbaru dari Badan Gizi Nasional.

Halaman Selanjutnya
img_title