Ajak Istri dan Anak, Anggota DPRD Ini Turun Langsung Antar Bantuan untuk Penyintas Gempa
- Sevrin Waja
Nagekeo , NTTVIVA- Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, terus berdatangan. Anggota Fraksi PAN DPRD Nagekeo, Yosua Aurelius Mona, turun langsung menyalurkan bantuan kepada para penyintas di sejumlah lokasi terdampak.
Yosua tidak datang sendiri. Ia ditemani istri dan anaknya saat menyambangi warga di tenda-tenda pengungsian. Dengan menggunakan dump truck, mereka membawa bantuan dan bergerak dari satu titik ke titik lainnya, masuk dan keluar tenda untuk menemui langsung para penyintas.
Bantuan yang dibawa berupa paket sembako, di antaranya beras, telur, mi instan dan air mineral. Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang memilih bertahan di tenda darurat karena rumah mereka rusak dan masih dihantui ketakutan terhadap gempa susulan.
Salah seorang penyintas, Anita Nena (41), ibu rumah tangga di desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Anita mengaku rumahnya roboh akibat gempa sehingga ia bersama keluarga terpaksa mengungsi.
“Terima kasih atas bantuannya. Sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah,” ujar Anita saat menerima bantuan di tenda darurat depan Gua Maria, Aeramo, Senin 17 Agustus 2026.
Ia mengatakan sudah dua malam tidur di tenda darurat bersama keluarga. Rasa takut terhadap gempa susulan membuatnya belum berani kembali ke rumah.
Bantuan tersebut dihimpun dari berbagai sumber, mulai dari bantuan pribadi Yosua, dukungan Partai Amanat Nasional (PAN), hingga komunitas Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bali.
Pada hari pertama pascagempa, Yosua bersama relawan juga melakukan mobilisasi kendaraan untuk mendistribusikan bantuan ke sejumlah titik terdampak. Bantuan dari GKI Bali, kata Yosua, disalurkan langsung ke lokasi konsentrasi penyintas, termasuk camp pengungsian, tenda-tenda darurat hingga rumah-rumah warga.
Menurut dia, keputusan untuk turun langsung dilakukan setelah melihat kondisi lapangan dan melakukan survei terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia menyebut masih terdapat sejumlah wilayah yang membutuhkan perhatian, khususnya di wilayah dapil II Nagekeo (Nangaroro, Keotengah dan Mauponggo) dan kawasan selatan Kabupaten Nagekeo.
Dari hasil pantauannya, sejumlah keluarga di wilayah Selatan mengalami kerusakan rumah, sementara kebutuhan pangan juga masih menjadi persoalan. Selain itu, kerusakan infrastruktur dasar seperti jaringan atau pipa air turut membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih.