Mendagri Tito Karnavian Janjikan Bantuan Rumah Rusak Korban Gempa Manggarai Timur, 19.330 Warga Mengungsi, 25 Meninggal
- Rosis Adir
Manggarai Timur, NTT ViVa– Pemerintah pusat menyiapkan bantuan bagi warga yang rumahnya rusak akibat gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa dengan magnitudo 7,7 itu, menurut BMKG, berpusat 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer.
Data terbaru Posko Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Kabupaten Manggarai Timur menunjukkan skala bencana telah meluas ke hampir seluruh wilayah kabupaten itu.
Hingga Senin, 17 Agustus 2026 pukul 14.46 WITA, tercatat 25 orang meninggal dunia, 442 orang mengalami luka berat dan 513 orang luka ringan.
Pada saat yang sama, sebanyak 19.330 warga mengungsi.
Jumlah tersebut tersebar di 12 kecamatan. Sambi Rampas menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 4.560 orang, disusul Lamba Leda Utara 3.120 orang, Borong 3.096 orang, Lamba Leda Timur 2.011 orang, dan Elar 1.588 orang.
Posko juga mencatat terdapat 3 posko BPBD, 240 posko mandiri dan tiga dapur umum.
Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah karena proses pendataan serta verifikasi masih berlangsung.
Gedung SMPN Satap Watu Ling di Dusun Ledu ambruk
- Rosis Adir
5.351 rumah rusak
Kerusakan akibat gempa tidak hanya terlihat dari jumlah korban dan warga yang mengungsi.
Posko Tanggap Darurat mencatat 5.351 rumah rusak di seluruh Manggarai Timur.
Selain rumah warga, sebanyak 265 sekolah, 24 puskesmas, 41 rumah ibadah dan 54 fasilitas pemerintahan juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Kerusakan tercatat pula pada tujuh unit jalan, tiga jembatan dan enam jaringan irigasi.
Angka ini masih mungkin bertambah karena pendataan di sejumlah wilayah belum sepenuhnya selesai.
Kerusakan rumah di Manggarai Timur akibat gempa
- Rosis Adir
Wilayah utara paling terdampak
Besarnya dampak gempa di bagian utara Manggarai Timur sebelumnya disampaikan Sekretaris Daerah Manggarai Timur, Winsensius Tala.
Winsensius mengatakan dirinya bersama Wakil Bupati Manggarai Timur dan sejumlah pejabat telah melakukan pemantauan langsung di Kecamatan Lamba Leda Utara dan Sambi Rampas.
Di Lamba Leda Utara, khususnya di wilayah pesisir Dampek, Maki, Mbijar dan Waso, hasil pemantauan pemerintah daerah mencatat tiga posko pengungsian besar dan sembilan posko kecil.
Sekitar 2.700 warga mengungsi di wilayah tersebut.
Sebanyak 435 rumah dilaporkan rusak total atau rusak berat, belum termasuk rumah yang mengalami kerusakan ringan.