Pupuk Indonesia, Pupuk Kaltim dan RJ-2 Gandeng Yayasan Pelihara Bantu Penyintas Gempa Nagekeo
- Sevrin Waja
Nagekeo , NTTVIVA- Di tengah masa tanggap darurat gempa bumi yang masih berlangsung, kebutuhan penyintas di sejumlah wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, belum sepenuhnya terpenuhi.
Sebagian warga masih bertahan di tenda darurat dan posko pengungsian, terutama di wilayah yang jauh dari pusat kota. Kondisi itu mendorong berbagai pihak terus bergerak membawa bantuan sekaligus memastikan kebutuhan warga di lapangan.
PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama anak perusahaannya, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), menggandeng Yayasan Pelita Harapan (Pelihara) Kabupaten Nagekeo untuk menyalurkan bantuan logistik bagi penyintas gempa.
Bantuan berupa 500 kilogram beras, telur dan air mineral tersebut disalurkan dengan dukungan Rumah Juang Relawan Jokowi (RJ2) NTT.
Dalam proses distribusi, RJ2 juga mengerahkan PIC Relawan RJ2 Nagekeo untuk membantu pemetaan lokasi, pendataan penyintas hingga penyaluran bantuan secara langsung.
Bawa Bantuan, Dengarkan Keluhan
Direktur Yayasan Pelihara, Oskarianus Meta, mengatakan penyaluran bantuan tidak sekadar menyerahkan logistik kepada warga. Tim bersama PIC Relawan RJ2 Nagekeo turun langsung ke lokasi pengungsian untuk mendata penyintas sekaligus mendengarkan kebutuhan yang paling mendesak.
"Kita turun langsung menemui masyarakat karena memang kondisinya darurat. Mereka juga menghubungi kita dan menyampaikan kebutuhan, sehingga kita kemudian melakukan pendataan," ujar Oskarianus.
Dari hasil pemantauan lapangan, pihaknya berencana menyasar sejumlah wilayah yang masih membutuhkan bantuan, khususnya lokasi pengungsian yang jauh dari pusat kota.
Di Kecamatan Mauponggo, terdapat sekitar 1.400 penyintas yang tersebar di 15 posko. Sementara di Kecamatan Keo Tengah terdapat sekitar 400 warga yang mengungsi. Distribusi bantuan juga diarahkan ke wilayah Watuapi, Kecamatan Wolowae.
Menurut Oskarianus, bantuan yang masuk ke wilayah Mbay sudah cukup banyak tersalurkan, meski belum seluruh kebutuhan warga dapat terpenuhi secara maksimal.
"Yang di wilayah radius kota ini sudah tersentuh bantuan, tetapi belum maksimal. Karena itu, kami berusaha menyasar lokasi-lokasi lain yang masih membutuhkan," katanya.
Menjangkau yang Masih Bertahan
Bagi Yayasan Pelihara dan relawan, keterlibatan langsung di lapangan penting agar bantuan tidak berhenti pada penyaluran logistik, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan penyintas.